Ntvnews.id, Bangkok - Sebuah derek konstruksi jatuh menimpa kereta penumpang yang sedang melaju di Thailand timur laut, memicu anjlokan disertai kebakaran hebat yang menewaskan sedikitnya 29 orang pada Rabu, 14 Januari 2026.
Selain korban tewas, sedikitnya 64 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara tim penyelamat masih terus menyisir puing-puing dan memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian. Demikian dilansir dari laman AP News.
Insiden tragis tersebut terjadi di jalur proyek ambisius kereta cepat yang dirancang untuk menghubungkan China dengan sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Derek yang digunakan untuk membangun jalur rel layang itu roboh tepat saat kereta melintas dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani. Informasi tersebut disampaikan kantor humas Provinsi Nakhon Ratchasima, wilayah tempat kecelakaan terjadi.
Foto-foto yang dipublikasikan media Thailand memperlihatkan kepulan asap putih yang kemudian berubah menjadi gelap membumbung di atas lokasi kejadian. Peralatan konstruksi tampak menggantung di antara dua pilar beton penyangga. Rekaman video dari penyiar publik ThaiPBS menunjukkan petugas penyelamat berdiri di atas gerbong kereta yang terbalik, dengan beberapa bagian sisi gerbong terlihat robek besar.
Baca Juga: Terjadi Pembakaran dan Ledakan Belasan SPBU di Thailand Selatan
Bagian-bagian derek juga tampak berserakan di sepanjang rel, sementara petugas medis memberikan pertolongan pertama kepada para penumpang yang terluka.
Media lokal melaporkan kereta tersebut terdiri dari tiga gerbong, dengan dua gerbong terakhir mengalami kerusakan paling parah. Menteri Transportasi Thailand, Piphat Ratchakitprakan, menyatakan bahwa terdapat 195 orang di dalam kereta saat kejadian dan ia telah memerintahkan dilakukan penyelidikan menyeluruh.
Segmen rel layang yang runtuh itu merupakan bagian dari proyek kereta cepat Thailand–China yang menghubungkan ibu kota Bangkok dengan Provinsi Nong Khai di timur laut Thailand, yang berbatasan langsung dengan Laos. Proyek kereta dua tahap ini memiliki nilai investasi lebih dari 520 miliar baht atau sekitar 16,8 miliar dolar AS, dan menjadi bagian dari rencana besar konektivitas China–Asia Tenggara dalam kerangka Belt and Road Initiative yang digagas Beijing.
Kecelakaan ini menambah daftar insiden di jalur proyek tersebut. Pada Agustus 2024, sebuah terowongan kereta api di rute yang sama di wilayah Nakhon Ratchasima juga pernah runtuh dan menewaskan tiga pekerja. Saat itu, hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari diduga menjadi salah satu faktor penyebab runtuhnya terowongan.
Crane Proyek Kereta Cepat Ambruk Timpa Kereta Penumpang di Thailand. (AP News)