Ntvnews.id, Amsterdam - Seorang penumpang berkewarganegaraan Belanda dilaporkan meninggal dunia setelah sempat pingsan saat berada di dalam pesawat Cathay Pacific. Sebelum kehilangan kesadaran, pria tersebut mengeluhkan sakit kepala yang sangat hebat.
Dilansir dari The Standard, Rabu, 14 Januari 2026, penumpang tersebut bernama Antonie (72), yang melakukan perjalanan bersama sang istri berusia 69 tahun. Keduanya terbang dari Amsterdam menuju Hong Kong pada 10 Januari 2026 dan berencana melanjutkan penerbangan ke Melbourne untuk mengunjungi keluarga.
Dalam laporan disebutkan, Antonie mulai merasakan sakit kepala parah sekitar pukul 05.00 waktu setempat selama penerbangan. Ia kemudian meminta bantuan pramugari, yang memberinya obat setelah mengetahui riwayat kesehatannya. Namun, sekitar dua jam berselang, kondisinya memburuk. Antonie mengalami muntah-muntah sebelum akhirnya tidak sadarkan diri sekitar pukul 07.10.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Sejumlah Pendaratan Pesawat di Soekarno-Hatta Dialihkan
Awak kabin segera melaporkan situasi tersebut kepada kapten pesawat dan meminta bantuan medis di dalam kabin. Seorang penumpang yang mengaku sebagai dokter kemudian memberikan pertolongan pertama kepada Antonie.
Pesawat mendarat di Bandara Internasional Hong Kong sekitar pukul 07.40. Antonie langsung dibawa ke Rumah Sakit North Lantau untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.34.
Ilustrasi Pesawat (Istimewas)
Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, istri Antonie menyebut bahwa suaminya tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Hasil penyelidikan awal juga tidak menemukan adanya unsur mencurigakan terkait kematian tersebut. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Distrik Bandara untuk pendalaman lebih lanjut.
Baca Juga: Trump: 152 Pesawat Dikirim saat Operasi Penangkapan Maduro
Cathay Pacific membenarkan adanya insiden tersebut. Maskapai menyatakan bahwa pada penerbangan CX270 dari Amsterdam terdapat seorang penumpang yang mengalami gangguan kesehatan sebelum pesawat mendarat. Awak kabin disebut telah memberikan pertolongan pertama serta mengoordinasikan ambulans setibanya di bandara.
Maskapai penerbangan asal Hong Kong itu juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya penumpang tersebut dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
ilustrasi pesawat. (Pixabay)