Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan seluruh petugas haji harus menjadikan pelayanan jamaah sebagai prioritas utama, bukan memanfaatkan penugasan sebagai kesempatan sekadar menunaikan ibadah haji.
“Ini, kan, banyak juga kritik dari teman-teman publik, jamaah, segala macam terkait dengan komitmen pelayanan. Nah, jadi kita ingin pastikan semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jamaah, bukan nebeng naik haji,” ujar Dahnil saat menutup Training of Trainer (ToT) petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Dahnil menambahkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan masih ada petugas yang motivasi utamanya beribadah haji, padahal tugas ini menuntut pengorbanan besar dari sisi waktu, tenaga, dan fisik.
“Petugas haji itu bekerja hampir tanpa henti. Kerjanya bisa 25 jam, mayoritas kerja fisik. Jadi, kalau mau fokus ibadah, ya jangan jadi petugas,” tegasnya.
Baca Juga: Kuota Petugas Haji dari TNI–Polri Akan Ditambah Atas Perintah Presiden
Selain menegaskan orientasi pelayanan, bimbingan teknis petugas haji yang akan berlangsung mulai 10 Januari 2026 hingga sebulan ke depan juga menekankan integritas, kedisiplinan, dan kekompakan tim. Dahnil menilai koordinasi tim menjadi catatan penting dalam evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya.
“Pelayanan di Madinah dan Makkah itu kerja tim. Kalau kedisiplinan dan koordinasi bermasalah, jamaah yang dirugikan,” katanya.
Kementerian Haji dan Umrah mengadopsi pendekatan pelatihan ala militer, termasuk simulasi pelayanan di Tanah Haram dan Masyair, serta uji fisik, agar petugas siap secara mental, fisik, dan waktu.
“Kami ingin petugas yang siap secara mental, fisik, dan waktu. Kalau merasa tidak siap, lebih baik tidak ikut, karena yang ingin jadi petugas haji itu jutaan orang,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Haji 2026, Ini Jadwal dan Tahapannya
Dahnil menegaskan bahwa petugas haji merupakan inti dari pelayanan, sehingga hanya mereka yang berdedikasi penuh yang akan diberi amanah. Tahun ini, jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri ditambah hingga dua kali lipat atas arahan Presiden Prabowo Subianto, menyusul kinerja mereka yang disiplin dan bertanggung jawab.
Selain penambahan personel, Kemenhaj menyiapkan sistem penghargaan bagi petugas haji berprestasi.
“Ukuran keberhasilan petugas haji adalah dedikasinya melayani jamaah. Bukan seberapa banyak ibadah pribadinya, tetapi seberapa baik ia melayani,” kata Dahnil.
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak usai menutup Training of Traine (ToT) pembekalan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2025. ANTARA/Asep Firmansyah (Antara)