PBB: Jakarta Jadi Kota Terbesar Dunia, Tokyo Turun ke Peringkat 3

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 12:39
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga berfoto saat berkunjung di Sky Garden UP at Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juni 2025. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN) Warga berfoto saat berkunjung di Sky Garden UP at Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juni 2025. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai prospek urbanisasi menyebutkan bahwa Jakarta menempati peringkat sebagai kota terbesar di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 41,9 juta jiwa, disusul Dhaka, sementara Tokyo turun ke posisi ketiga.

Kantor Berita Jepang Kyodo melaporkan pada Kamis, 1 Januari 2026, mengutip laporan PBB, bahwa pertumbuhan populasi ibu kota Jepang lebih lambat dibandingkan Jakarta dan Dhaka.

Akibatnya, peringkat Tokyo sebagai salah satu kota dengan jumlah penduduk terpadat di dunia turun dari posisi pertama pada tahun 2000 menjadi peringkat ketiga pada 2025, menurut laporan PBB yang menggunakan metode penilaian khusus untuk memudahkan perbandingan internasional.

Ke depan, jumlah penduduk kawasan perkotaan Tokyo diperkirakan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050. Dengan penurunan tersebut, Tokyo diproyeksikan turun ke peringkat ketujuh.

Baca Juga: Pramono Puji Solidaritas Warga Jakarta Bantu Korban Bencana Sumatera

Sementara itu, Dhaka diperkirakan menjadi kota terbesar dunia dengan 52,1 juta penduduk, diikuti Jakarta, Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.

Merujuk laporan PBB, istilah “kota” didefinisikan sebagai setiap aglomerasi wilayah geografis yang saling berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 penduduk per kilometer persegi dan total populasi sedikitnya 50.000 jiwa.

Berdasarkan metodologi yang digunakan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA), perhitungan untuk Tokyo hanya mencakup kawasan perkotaan, termasuk wilayah perkotaan di prefektur tetangga seperti Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Sementara itu, jumlah penduduk resmi wilayah administratif Tokyo sekitar 14 juta jiwa.

Estimasi jumlah penduduk itu ditujukan untuk menyediakan data bagi para pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang masa depan perkotaan, di mana kemampuan mengelola pertumbuhan kota secara berkelanjutan dianggap penting, tidak hanya bagi penduduk perkotaan tetapi juga bagi kemajuan global dalam mencapai target iklim.

Baca Juga: Donasi Malam Tahun Baru Capai Rp3,1 Miliar, DKI Jakarta Bantu Korban Bencana Sumatera

Laporan tersebut mencatat bahwa dunia semakin terurbanisasi, dengan kota-kota kini menjadi tempat tinggal sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk dunia. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat proporsinya pada 1950.

Selain itu, sekitar dua pertiga dari pertumbuhan penduduk dunia antara 2025 hingga 2050 diproyeksikan terjadi di kawasan perkotaan, sementara sebagian besar sisanya terjadi di kota-kota kecil.

Namun, dalam beberapa dekade mendatang, semakin banyak negara diperkirakan mengalami penurunan signifikan populasi perkotaan pada 2050. PBB menyebut Jepang dan China termasuk di antaranya, terutama akibat tingkat kelahiran yang rendah dan penurunan populasi secara keseluruhan.

Tokyo dan Seoul menjadi satu-satunya kota di antara 10 kota terbesar dunia pada 2025 yang diperkirakan mengalami penurunan jumlah penduduk pada pertengahan abad ini, menurut laporan PBB.

(Sumber: Antara) 

x|close