BNPB: Karhutla di 3 Provinsi Kalimantan Capai 11.202 Hektare

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 19:49
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor BNPB Pusat, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor BNPB Pusat, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa akumulasi luas lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi utama di Pulau Kalimantan meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat kini telah mencapai seluas 11.202 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026 merinci luasan lahan terbakar tersebut di masing-masing wilayah. Kalimantan Tengah mencatatkan area terdampak paling luas yakni mencapai 7.938 hektare, disusul oleh Kalimantan Selatan seluas 1.974 hektare, serta Kalimantan Barat seluas 1.290 hektare.

Guna menanggulangkan darurat karhutla di wilayah-wilayah tersebut, BNPB mengerahkan kekuatan masif berupa total 38.772 personel satuan tugas darat yang disiagakan di berbagai titik rawan. Rinciannya meliputi 16.387 personel di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, dan 7.927 personel di Kalimantan Selatan.

“Pengerahan personel darat tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga empat kali lipat dari jumlah biasanya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan,” ujar Berton.
 

Selain mengandalkan kekuatan personel di darat, penanganan bencana karhutla di Pulau Kalimantan juga ditopang oleh 34 unit armada udara utama dari satgas udara. Armada tersebut mencakup helikopter pemadam air (water bombing), pesawat patroli, serta armada untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Seluruh armada udara itu didistribusikan secara proporsional, yakni sebanyak 14 unit di Kalimantan Selatan, serta masing-masing 10 unit di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. BNPB menerapkan mekanisme penugasan yang fleksibel sehingga armada di suatu provinsi dapat digerakkan dengan cepat untuk membantu wilayah tetangga apabila terjadi eskalasi darurat.

Melalui operasi udara, BNPB tercatat melaksanakan total 13 sorti operasi modifikasi cuaca setiap harinya dengan memanfaatkan bahan semai berupa dry ice (es kering) maupun Natrium Klorida (NaCl) atau garam.

“Di Kalimantan Tengah, petugas melaksanakan sembilan sorti dengan menyebarkan 4.400 kilogram dry ice dan 3.800 kilogram garam,” paparnya.
 

Sementara itu, di wilayah Kalimantan Selatan, tim satgas udara melaksanakan dua sorti penyemaian dengan menebar 2.000 kilogram garam yang difokuskan di sejumlah kawasan seperti Kabupaten Tapin, Banjar, Barito Kuala, hingga Kotabaru.

Adapun di Kalimantan Barat, meskipun cakupan lahan yang terbakar terpantau semakin menyusut, BNPB tetap mengoptimalkan dua sorti penyemaian menggunakan 1.800 kilogram garam, terutama di wilayah Ketapang dan Kayong Utara, mengingat daerah tersebut masih minim intensitas curah hujan secara alamiah.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close