Charles Honoris PDIP: Dapur MGB Penyebab Keracunan Harus Ditutup Permanen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 08:10
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Terkini 270 orang jadi korban di Cirebon, Jawa Barat. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pun meminta dapur MBG yang menyebabkan keracunan ditutup permanen.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, mempertanyakan sampai kapan kasus keracunan ini harus terjadi.

"Saya sangat prihatin sekaligus marah melihat kasus dugaan keracunan MBG terus berulang. Kali ini di Cirebon, jumlah korban dilaporkan mencapai 270 orang. Sampai kapan anak-anak kita harus menjadi korban sebelum pemerintah benar-benar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ini?" ujar Charles, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia mengaku sudah memperingatkan agar program MBG betul-betul memperhatikan keselamatan serta kesehatan.

"Jangan sampai ambisi mengejar target penyaluran MBG justru mengabaikan standar keamanan pangan," kata dia.

Charles mendorong agar ada tindakan lebih tegas kepada dapur MBG yang menyebabkan keracunan massal. Ia mendesak dapur tersebut ditutup permanen.

"Dapur MBG yang terbukti menyebabkan keracunan harus ditutup secara permanen, bukan sekadar dihentikan sementara lalu diizinkan beroperasi kembali. Harus ada konsekuensi nyata ketika kelalaian dalam penyediaan makanan membahayakan kesehatan anak-anak," tuturnya.

Ia berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi terhadap program MBG. Charles mendorong agar MBG berbasis sekolah.

"Jangan sampai pemerintah hanya sibuk mengejar jumlah penerima manfaat, sementara persoalan mendasar terkait keamanan pangan terus terabaikan. Tujuan MBG adalah memperbaiki gizi anak-anak kita, bukan justru membuat mereka masuk rumah sakit," jelasnya.

Diketahui, 270 orang diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon. Dari jumlah itu, sebanyak 231 orang merupakan anak-anak, sementara 39 lainnya orang dewasa.

Para korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon.

x|close