Prabowo Terima DEN, Bahas Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 03:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026 Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, DEN menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah, mulai dari antisipasi fenomena El Nino dan La Nina, penguatan ketahanan pangan, hingga penanganan kebakaran hutan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua DEN Marie Elka Pangestu mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi perubahan iklim ekstrem, mengingat fenomena El Nino diperkirakan dapat berlangsung hingga kuartal pertama 2027 dan berpotensi disusul La Nina pada pertengahan tahun depan. Menurut Marie, langkah antisipasi harus dilakukan secara terukur dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan prakiraan cuaca untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang berisiko mengalami kekeringan, banjir, maupun bencana lainnya.

"Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana," ujar Marie dalam keterangan persnya kepada awak media usai pertemuan.

Selain kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, DEN juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Pemerintah didorong memastikan kecukupan stok cadangan pangan, khususnya beras, sekaligus memperkuat distribusi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

"Dan terutama mengenai pangan, ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan kesediaan pangan dengan menjaga stok cadangan pangan, terutama beras," kata Marie.

DEN juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan langkah intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga pangan. Upaya tersebut dinilai penting mengingat fenomena El Nino kerap diikuti kenaikan harga komoditas pangan akibat terganggunya produksi pertanian.

"Dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bila mana diperlukan. Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan. Dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam-Malam, Bahas Apa?

Dalam kesempatan yang sama, DEN turut memberikan perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya dampak kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Marie mengungkapkan, pembahasan bersama Presiden Prabowo juga mencakup langkah-langkah penanganan kebakaran hutan yang telah terjadi, termasuk upaya pengairan lahan gambut.

"Tapi kita juga memberi saran untuk melakukan pelayanan kesehatan di tempat-tempat yang paling terkena yaitu tiga provinsi di Kalimantan, Sumsel, Jambi, dan Riau," ungkap Marie.

Ia menyebut terdapat enam wilayah yang menjadi perhatian karena mengalami dampak cukup berat akibat asap kebakaran hutan, yakni tiga provinsi di Kalimantan serta Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. DEN memandang perlunya langkah perlindungan kesehatan secara khusus bagi masyarakat di wilayah tersebut.

"Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan. Bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka. Termasuk pembagian masker dan seterusnya," jelasnya.

Berbagai rekomendasi yang disampaikan DEN kepada Presiden Prabowo tersebut menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang berbasis data, responsif, dan antisipatif dalam menghadapi risiko perubahan iklim serta bencana lingkungan.

Penguatan cadangan pangan, kelancaran distribusi, kesiapan operasi pasar, hingga perlindungan kesehatan masyarakat menjadi sejumlah langkah yang dinilai perlu mendapat perhatian agar dampak El Nino, La Nina, dan kebakaran hutan tidak semakin membebani masyarakat.

x|close