Investasi Rp1.539 Triliun hingga September 2026, Rosan Sebut Serap 2,19 Juta Tenaga Kerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Realisasi investasi nasional sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan capaian tersebut turut membuka lapangan kerja bagi lebih dari 2,19 juta orang.

"Investasi Januari sampai dengan September 2026 menyerap tenaga kerja sebesar 2.194.496 orang," ucapnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Rosan menjelaskan, nilai investasi yang terealisasi hingga kuartal III 2026 tersebut telah mencapai 75,4 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, khusus pada kuartal III 2026, investasi yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar Rp528,7 triliun.

Berdasarkan sumber modalnya, penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp777,8 triliun atau 50,5 persen dari total investasi. Adapun penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp761,4 triliun.

Dari sisi persebaran wilayah, realisasi investasi di luar Pulau Jawa masih lebih besar dibandingkan Pulau Jawa. Investasi di luar Jawa mencapai Rp779,4 triliun atau 50,6 persen, sedangkan Pulau Jawa membukukan Rp759,8 triliun atau 49,4 persen.

Baca Juga: Menko Airlangga dan Menkeu Suahasil Kompak Laporkan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil ke Prabowo

Untuk investasi asing, Singapura menempati posisi teratas sebagai negara asal penanam modal terbesar di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 14 miliar dolar AS.

"Yang pertama, Singapura sebesar 14 miliar dolar atau 29,6 persen, kedua Hong Kong 12,8 miliar atau 27,2 persen, dan ketiga Tiongkok 5 miliar atau 10,5 persen," katanya.

Di sektor hilirisasi, investasi yang terealisasi selama Januari hingga September 2026 mencapai Rp480 triliun. Sektor mineral menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp335,1 triliun, mencakup komoditas nikel, bauksit, besi baja, tembaga, dan pasir silika.

Rosan juga memaparkan kontribusi sektor lain terhadap investasi hilirisasi nasional. Perkebunan dan kehutanan mencatatkan investasi sebesar Rp83,6 triliun, disusul minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.

"Kedua, perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun. Tetapi, memang khusus untuk realisasi luar Jawa investasinya itu mencapai 78 persen dari total investasi (hilirisasi)," kata Rosan.

x|close