Istana Beberkan Hasil Positif OMC Dry Ice untuk Atasi Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 14:21
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kabut asap yang menyelimuti Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Rabu pagi. Kabut asap yang menyelimuti Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Rabu pagi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan hasil positif dari terobosan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemai es kering atau dry ice dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi.

Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan, OMC dry ice yang dilakukan sejak Jumat, 16 Oktober 2026 telah menurunkan konsentrasi partikulat (PM) 2.5 dan meningkatkan visibilitas di Sumatra Selatan (Sumsel).

"Hasil positif terjadi di Sumsel dengan adanya penurunan PM 2.5 dan peningkatan visibility," kata Pras dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dikatakan, sejak 16 Oktober sebanyak delapan sorti dengan mengangkut 1.600 kg NaCl dan 4.000 kg dry ice telah disemai di wilayah Sumsel. Selain dari Posko Palembang, OMC dry ice ini juga didukung dari Posko Lampung untuk antisipasi jika terjadi kendala visibilitas di Palembang.

"Posko Lampung dengan dry ice dioperasikan pada tanggal 15 - 18 Oktober sebanyak 6 sorti dengan 4.800 kg dry ice," katanya.

Baca Juga: Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Subagyo H. S. di Mabesad

Hasil positif juga terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejak 26 Agustus sebanyak 48 sorti dengan 43.800 kg NaCl telah disemai di wilayah tersebut. Volume curah vujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 67,45 juta m3. Terdapat juga Posko bantuan dari Kalsel karena kendala visibility di Kalteng yang mulai dilaksanakan pada 18 Oktober sebanyak 2 sorti dengan 800 kg dry ice dan 800 kg NaCl.

"Berdasarkan laporan dari lapangan dan penakar AWS/ARG, terdapat hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur," ungkapnya.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan (Kalsel), sebanyak 23 sorti dengan 23.000 kg bahan semai NaCl telah dilakukan sejak 10 Oktober. Posko Kalimantan Selatan menggunakan dua unit armada pesawat. Hasilnya, volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta m3 selama kegiatan OMC.

"Terdapat laporan hujan di wilayah Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Barito Kuala," katanya.

OMC juga dilakukan di Kalimantan Barat (Kalbar) sejak 22 Agustus 2026 melalui sebanyak 107 sorti dengan 98.800 kg bahan semai NaCl. Volume curah hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 471.2 jt m3.

"Laporan kejadian hujan tanggal 19 Oktober 2026, hujan terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Pontianak, Kab. Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Kabupaten Ketapang," paparnya.

Pras mengatakan, selain melalui OMC, termasuk dengan dry ice, pemerintah terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi karhutla. Dikatakan, pasukan darat, termasuk relawan terus berjibaku tak kenal waktu. Peralatan udara juga dikerahkan, meskipun karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral. Tak hanya itu, penegakan hukum juga ditempuh, bahkan dengan sanksi yang paling berat, yakni pencabutan terhadap korporasi yang terlibat karhutla.

"Edukasi terus menerus dilakukan karena faktor utama kebakaran itu karena ada faktor manusianya," katanya.

Untuk itu, Pras menepis anggapan pemerintah hanya diam terkait karhutla ini. Ditegaskan, pemerintah tidak menginginkan bencana yang terus berlarut.

"Kita semua berusaha sekeras-kerasnya semua dilakukan. Bukan juga kemudian tidak melakukan apa-apa sebagaimana yang ditulis di spanduk. Tentunya kita ini tidak mungkin menghendaki semua ini terjadi dan berlarut larut," katanya.

x|close