Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meskipun harus menghadapi berbagai tantangan berat di lapangan.
Ia memastikan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan seluruh upaya pengendalian, termasuk tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi hukum yang tegas bagi korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kita sama-sama melakukan pengendalian, mitigasi kebakaran hutan dan lahan ini, agar tidak berdampak lebih buruk dengan segala cara, termasuk di antaranya kalau memang ada korporasi yang terlibat, pemerintah Indonesia tidak akan segan-segan menindak tegas,” ujar Mendagri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/10).
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada awak media usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri Membahas Situasi Terkini Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Polkam, Jakarta, Senin (19/10).
Mendagri tak memungkiri bahwa salah satu kendala terbesar dalam penanganan karhutla adalah proses pemadaman di lahan gambut yang menuntut ketersediaan air dalam volume sangat besar, di tengah kondisi sumber air yang terbatas.
Oleh karena itu, faktor keberadaan curah hujan baik secara alami maupun melalui teknologi modifikasi cuaca menjadi elemen yang sangat krusial. Kendati demikian, upaya modifikasi cuaca kerap terkendala oleh minimnya ketersediaan awan potensial di udara.
“Nah, sekarang hambatannya apa? Kalau seandainya benih awannya enggak ada, sehingga tidak terjadi hujan alami, maupun hujan buatan yang dicoba tidak ada, itu, itu hambatan,” ujarnya.
Selain faktor cuaca kering dan minimnya pasokan air akibat musim kemarau, pemerintah juga menyiasati kendala pemadaman di lahan gambut dengan memanfaatkan bahan kimia khusus berupa surfaktan. Bahan ini diklaim mampu mendinginkan serta memadamkan titik api di lahan gambut secara efektif meskipun menggunakan volume air yang lebih sedikit.
“Dengan bahan itu, dengan jumlah air yang kecil, yang lebih sedikit, dia mampu untuk mendinginkan dan meredakan, mematikan [kebakaran di] lahan gambut. Nah, itu adalah salah satu upaya di tengah kesulitan air hujan, alami, maupun modifikasi cuaca,” tambahnya.
Mendagri berharap sinergi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat dapat segera menjinakkan karhutla. Ia juga berharap peningkatan jumlah benih awan di sejumlah wilayah dapat segera terjadi agar operasi modifikasi cuaca bisa kembali digencarkan secara optimal.
Sebagai catatan, rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menko Polkam Dudung Abdurachman, Menteri Luar Negeri Armanatha Christiawan Nasir, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta pimpinan instansi terkait lainnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian (tengah) (Antara)