Ntvnews.id, Jakarta - Kondisi ekonomi rakyat Indonesia akhir-akhir ini disebut baik. Ini merupakan hasil survei atau penelitian terbaru yang dilakukan lembaga survei Poltracking Indonesia.
Menurut Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, mayoritas masyarakat Indonesia mengatakan ekonominya saat ini tengah baik.
"Sebanyak (52.9%) publik mengatakan baik terhadap kondisi ekonomi keuangan keluarga setahun terakhir dan (53.5%) publik mengatakan baik terhadap kondisi penghasilan rumah tangga setahun terakhir," ujar Hanta Yuda, Senin, 19 Oktober 2026.
Sedangkan untuk pengeluaran publik dalam satu tahun terakhir, 65.3% publik mengatakan lebih banyak.
"Dan, 58.6% publik mengatakan tidak terjangkau harga kebutuhan pokok dalam satu bulan terakhir," tuturnya.
Hasil survei, juga menyebut bahwa masyarakat menilai harga-harga kebutuhan pokok mahal, yakni sebesar 45.9%. Persoalan itu merupakan masalah paling pokok yang tengah dihadapi publik dan harus segera diselesaikan. Lalu susah mencari lapangan kerja, juga dikeluhkan 9.3% responden dan pemberantasan korupsi sebanyak 8.9%.
"Sementara itu, di antara (47.9%) publik yang menjawab ada anggota keluarga yang mengelola lahan pertanian/perkebunan yang membutuhkan pupuk, sebanyak (50.2%) publik mengatakan mudah mendapatkan pupuk saat dibutuhkan dalam sebulan terakhir. Di sisi lain (52.2%) publik mengatakan harga pupuk dalam sebulan terakhir mahal," jelasnya.
Survei dilakukan pada 30 September sampai 7 Oktober 2026. Responden survei ialah warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih (berusia lebih dari sama dengan 17 tahun atau sudah menikah).
Survei memakai metode multistage random sampling. Jumlah sampel dari 1.220 responden dengan margin of error +/-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid. (YouTube)