Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi yang Dilantik Sebagai Kepala BNPB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 15:19
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Mayjen TNI Kristomei Sianturi (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. Penunjukan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier militer Kristomei, yang sebelumnya menjabat Pangdam XXI/Radin Inten.

Kristomei menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang sebelumnya memimpin BNPB. Pengangkatannya didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Kristomei juga memperoleh kenaikan pangkat dari Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal TNI.

Sebelum dipercaya memimpin lembaga penanggulangan bencana tersebut, Kristomei memiliki pengalaman panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat, mulai dari memimpin satuan tempur, menjalankan tugas teritorial, hingga menduduki sejumlah posisi strategis di bidang penerangan militer.

Profil dan Latar Belakang Pendidikan Kristomei Sianturi

Kristomei Sianturi lahir di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung, pada 6 Mei 1976. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah pertama di daerah kelahirannya sebelum melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah.

Perjalanan pendidikannya menjadi salah satu bagian menarik dalam kisah hidup Kristomei. Semasa sekolah, ia sempat bercita-cita menjadi sarjana teknik dan ingin melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia bahkan sempat mempertimbangkan SMA Negeri 3 Bandung sebagai jalan untuk mengejar impian tersebut. Namun, kesempatan bersekolah di SMA Taruna Nusantara dengan dukungan beasiswa mengubah arah pendidikannya.

Setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara pada 1994, Kristomei mengikuti seleksi Akademi Militer (Akmil) sekaligus mendaftar ke sejumlah perguruan tinggi umum. Ia diketahui diterima di beberapa institusi pendidikan, termasuk Universitas Diponegoro, STT Telkom, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Pada akhirnya, Kristomei memilih menempuh pendidikan militer dan lulus dari Akmil pada 1997. Ia kemudian menjalani berbagai pendidikan pengembangan militer, termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2012 dan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2019.

Kristomei juga pernah mengikuti pendidikan intelijen di Amerika Serikat pada 2003. Selain itu, ia menempuh pendidikan Magister Manajemen Pertahanan di Universitas Pertahanan pada 2012.

Pernah Bertugas dalam Penanganan Tsunami Aceh

Setelah menjadi perwira TNI AD, Kristomei menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah Indonesia. Pengalamannya mencakup tugas operasional, kepemimpinan pasukan, serta penugasan di lingkungan komando teritorial.

Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan kariernya adalah keterlibatan dalam operasi di Aceh. Ia tercatat pernah dua kali menjalani penugasan operasi di provinsi tersebut, termasuk dalam operasi kemanusiaan ketika bencana tsunami melanda Aceh pada 2004.

Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD. Penugasan tersebut juga mendahului sejumlah tanggung jawab kepemimpinan yang kemudian diembannya di berbagai satuan.

Deretan Jabatan Strategis di TNI AD

Kristomei pernah bertugas di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), satuan teritorial, serta lembaga pendidikan militer. Pada awal perjalanan kariernya, ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu pada 2010–2012.

Setelah mengikuti pendidikan Seskoad pada 2012, ia bertugas sebagai Perwira Bandya Latihan Operasi Kostrad. Pada 2013–2014, Kristomei menjabat Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak.

Kariernya berlanjut ke bidang teritorial ketika ia dipercaya menjadi Komandan Kodim 0424/Tanggamus pada 2014–2016. Ia kemudian menjabat Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad pada 2016–2017 dan Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada 2017.

Kristomei juga pernah menjabat Kepala Penerangan Kodam Jaya pada 2017–2019. Setelah menjalani sejumlah penugasan dan pendidikan lanjutan, ia dipercaya menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat pada 2023.

Pada 2024, ia mendapat penugasan di Akademi Militer sebagai Komandan Resimen Taruna sebelum menjabat Wakil Gubernur Akademi Militer pada Desember 2024 hingga Maret 2025.

Pada 14 Maret 2025, Kristomei ditunjuk menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI. Jabatan tersebut kemudian mengantarkannya kembali ke posisi kepemimpinan kewilayahan setelah ia dipercaya menjadi Pangdam XXI/Radin Inten pada Agustus 2025.

Dari Pangdam Radin Inten ke Kepala BNPB

Sebelum dilantik sebagai Kepala BNPB, Kristomei menjabat Pangdam XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu. Ia mulai mengemban jabatan tersebut pada Agustus 2025, setelah sebelumnya bertugas sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI.

Pengangkatannya menjadi Kepala BNPB menandai peralihan tanggung jawab dari kepemimpinan komando militer kewilayahan ke lembaga pemerintah yang menangani penanggulangan bencana.

Dengan pengalaman di bidang operasional, teritorial, dan kepemimpinan organisasi, Kristomei kini mengemban tugas untuk memimpin BNPB dalam menjalankan fungsi koordinasi penanggulangan bencana di Indonesia.

Kenaikan pangkat menjadi letnan jenderal yang menyertai pengangkatannya juga menandai perubahan status kepangkatannya dari perwira tinggi bintang dua menjadi bintang tiga.

Penunjukan Kristomei sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan pemerintahan. Setelah menjalani berbagai penugasan selama hampir tiga dekade di TNI AD, ia kini dipercaya memimpin lembaga yang berperan dalam penanganan bencana, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.

x|close