Kepala BGN: Data Siswa Jadi Kunci Penyaluran MBG Tepat Sasaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 12:15
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono berbincang dengan seorang siswa saat meninjau pembagian MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besa Kepala BGN Sudaryono berbincang dengan seorang siswa saat meninjau pembagian MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besa (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pentingnya keakuratan data siswa untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan kepada penerima manfaat yang tepat. Pendataan yang jelas juga memungkinkan perkembangan setiap penerima manfaat dipantau secara berkala.

Untuk mendukung hal tersebut, BGN menerapkan kebijakan surat penetapan penerima manfaat sementara. Kebijakan ini bertujuan memastikan makanan yang didistribusikan diterima oleh penerima manfaat yang identitasnya tercatat dengan jelas.

"BGN hanya akan memberikan menu ompreng yang by name by address atau data berdasarkan nama dan alamatnya jelas," ujar Sudaryono saat meninjau pembagian MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya, jumlah penerima manfaat yang terdaftar di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat disesuaikan apabila data siswa di sekolah berbeda dengan catatan dalam sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga: Kepala BGN Pastikan Anak Panti Asuhan Terima MBG di Sekolah

Sudaryono memberikan contoh, jika sebuah sekolah memiliki 500 siswa, tetapi jumlah yang tercatat dalam basis data Kemendikdasmen kurang dari angka tersebut, maka data dalam sistem menjadi dasar untuk menentukan jumlah penerima manfaat.

Ketentuan pendataan ini juga diterapkan kepada penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren. Karena itu, pembaruan data diperlukan agar jumlah penerima manfaat yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya di setiap satuan layanan.

BGN pun meminta pihak sekolah memperbarui data peserta didik, termasuk memastikan kesesuaian identitas dan nomor induk siswa.

"Caranya adalah guru atau kepala sekolah memperbarui data terbaru siswanya. Karena ada nomor induk sekolah dan nomor induk siswanya, itu diperbarui ke sistem. Dalam 1x24 jam telah diperbarui, maka kemudian kami menindaklanjuti itu," tutur Sudaryono.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG yang Belum Mendaftar SLHS

Ia menjelaskan, pendataan tersebut tidak hanya berfungsi untuk menentukan jumlah makanan yang perlu disalurkan, tetapi juga membantu memantau perkembangan penerima manfaat setelah mengikuti program MBG.

"Tujuannya adalah untuk memastikan ompreng itu diterima oleh seseorang yang ada nama dan datanya, sehingga kita bisa melihat perkembangannya, tambah tinggi, tambah gemuk, tambah rajin, atau tambah kehadirannya di sekolahnya. Jadi, kita bisa melihat nanti dampaknya terhadap siswa," ucap Kepala BGN Sudaryono.

(Sumber: Antara)

x|close