1.420 Personel Dishub Perkuat Pengaturan Lalin di 90 Titik Prioritas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 15:52
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melaksanakan Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melaksanakan Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) (Dishub DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 1.420 personel untuk memperkuat pengaturan lalu lintas melalui program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi).

Petugas ditempatkan di 90 titik prioritas yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan pada jam sibuk pagi.

Program Gebrak Pagi difokuskan pada pengaturan arus kendaraan, terutama di kawasan yang terdampak pekerjaan konstruksi dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Kehadiran petugas di sejumlah titik strategis diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.

Dari total 1.420 personel yang bertugas, sebanyak 595 personel merupakan petugas Gebrak Pagi. Mereka memperkuat 825 personel yang sebelumnya telah menjalankan tugas pengaturan lalu lintas rutin.

Baca Juga: VIDEO: Penampakan Kemacetan Jelang Demo Buruh Siang Ini

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin turut memantau pelaksanaan program tersebut di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Di lokasi itu, sejumlah proyek strategis nasional (PSN) menyebabkan penutupan beberapa lajur jalan sehingga membutuhkan pengaturan arus kendaraan secara intensif.

"Gebrak Pagi bukan sekadar penugasan, melainkan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat. Kami menyadari kemacetan Jakarta tidak bisa dihilangkan dalam satu pagi. Namun, kehadiran petugas di jalan diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan, merespons hambatan, dan membuat perjalanan warga menjadi lebih baik," kata Budi.

Gebrak Pagi Digelar Tiga Kali Sepekan

Budi menjelaskan, program Gebrak Pagi dilaksanakan setiap Senin, Selasa, dan Kamis, mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.

Penentuan jadwal tersebut mengacu pada hasil pemantauan volume lalu lintas di 48 ruas jalan selama periode Juli hingga September 2026. Berdasarkan data tersebut, volume kendaraan rata-rata cenderung lebih tinggi pada tiga hari itu, dengan puncak kepadatan terjadi pada pukul 07.00-08.00 WIB.

Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Dishub DKI Jakarta untuk memperkuat pengaturan lalu lintas pada periode sibuk pagi hari. Dengan penempatan personel di titik-titik prioritas, petugas diharapkan dapat mengantisipasi hambatan perjalanan dan membantu memperlancar arus kendaraan.

Pelaksanaan Gebrak Pagi juga melibatkan Anastasia Putri, yang dikenal sebagai Mpok Caca, selaku Duta Dishub untuk Keselamatan dan Ketertiban Berlalu Lintas.

Selain membantu kegiatan pengaturan lalu lintas, kehadiran Mpok Caca dimanfaatkan untuk mengedukasi pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu, tidak berhenti sembarangan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Mpok Caca sebelumnya dikenal masyarakat melalui program CCTV Jakarta Take Over. Keterlibatannya dalam Gebrak Pagi diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas kepada warga Jakarta.

Dishub DKI selanjutnya akan mengevaluasi pelaksanaan Gebrak Pagi untuk menentukan kebutuhan pengembangan program. Evaluasi tersebut mencakup kemungkinan penambahan titik prioritas, hari pelaksanaan, hingga jumlah personel yang dikerahkan.

Melalui program ini, Dishub DKI Jakarta mengajak seluruh pengguna jalan untuk ikut menjaga ketertiban dan keselamatan selama berkendara.

Dengan mengusung semangat “Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran”, program Gebrak Pagi diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan lalu lintas serta mendukung mobilitas masyarakat Jakarta, khususnya pada jam sibuk pagi hari.

x|close