Thierry Henry Senang Pimpin Legenda Arsenal di Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Okt 2026, 12:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Legenda Arsenal Thierry Henry pada jumpa pers pasca pertandingan antara North London Legends dan United Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 10  Oktober 2026. Laga ini dimenangkan North London Legends dengan skor 3-2. Legenda Arsenal Thierry Henry pada jumpa pers pasca pertandingan antara North London Legends dan United Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026. Laga ini dimenangkan North London Legends dengan skor 3-2. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Legenda Arsenal Thierry Henry mengaku senang mendapat kesempatan menjadi pelatih North London Legends saat menghadapi United Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Dalam pertandingan bertajuk "Champions Impact In Jakarta: The Rivalry Returns" yang mempertemukan para legenda Arsenal dan Manchester United itu, North London Legends berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-2.

"Pada akhirnya, semua orang ingin menang. Semua orang turun ke lapangan dan kami tidak menyerah begitu saja dengan mudah dan ramah, lalu kita lihat hasilnya di akhir laga. Semua orang ingin menang," kata Henry pada jumpa pers setelah pertandingan usai.

"Udaranya juga sangat lembap. Tapi secara keseluruhan, ini menyenangkan. Bisa melihat semua orang, Arsenal, bahkan tim lawan," kata dia.

United Legends unggul lebih dahulu melalui gol Ashley Young pada menit kelima. North London Legends kemudian menyamakan skor lewat Emmanuel Adebayor pada menit ke-10, sebelum Santi Cazorla membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-28.

Baca Juga: Thierry Henry Jadi Wajah Baru Samsung, Promosikan Galaxy Z Fold8 hingga Flip8

Kedudukan kembali imbang setelah Radamel Falcao mencetak gol untuk United Legends pada menit ke-64. North London Legends akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Jermaint Pennant pada menit ke-74.

Henry juga mengapresiasi atmosfer pertandingan di SUGBK. Ia mengatakan suporter Manchester United mendominasi dukungan pada awal laga, tetapi penggemar Arsenal kemudian ikut menyemarakkan stadion ketika tim mereka mulai mencetak gol.

"Sangat luar biasa. Di awal laga, penonton Manchester United sangat mendominasi. Banyak nyanyian terdengar dari tribun mereka, lalu ketika kami mulai mencetak gol, Anda bisa mendengar keriuhan juga dari pihak kami. Semuanya terasa bagus," kata Henry, yang mengantarkan Arsenal juara Liga Inggris tanpa terkalahkan pada musim 2003/2004 itu.

Saat ditanya mengenai arahan kepada pemain sebelum pertandingan dan ketika jeda ant babak, Henry menjelaskan bahwa kondisi fisik menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi.

Baca Juga: Thierry Henry Antusias Reuni dengan Legenda Sepak Bola di Jakarta

Menurut dia, para pemain perlu memahami kemampuan tubuh masing-masing, termasuk menentukan kapan harus berlari mencari ruang di belakang pertahanan lawan, mempertahankan bola, atau membantu pertahanan.

"Ini soal mendengarkan kondisi tubuh Anda, yang sayangnya menjadi kendala bagi kami di usia sekarang. Kami mencoba mencari tahu siapa yang bisa berlari membuka ruang di belakang, siapa yang bisa menahan bola, dan siapa yang bisa bertahan," kata Henry.

Ia menambahkan, menjaga penguasaan bola menjadi hal penting agar tim tidak kehilangan kendali permainan ketika pertandingan mulai terbuka.

"Namun fokus utamanya adalah jangan kehilangan bola. Karena dalam laga seperti ini, saat Anda kehilangan bola dan permainan mulai merenggang, situasinya akan menjadi terlalu terbuka," tambah dia.

Henry menilai pertahanan lawan tampil solid. Namun, keinginan pemain untuk memanfaatkan ruang kosong terkadang membuat mereka terdorong maju. Ia juga menyoroti kelembapan udara dan kondisi fisik para pemain yang tidak lagi sama seperti ketika masih aktif bermain.

"Mereka bertahan dengan sangat baik, tetapi terkadang Anda masih tergiur oleh ruang kosong untuk maju. Saya paham temponya mungkin tidak secepat yang ingin Anda saksikan, tapi udara di luar sana sangat lembap dan orang-orang ini sudah tidak bisa berlari seperti dulu lagi, jadi kami harus menjaga kerapatan formasi tim," kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close