Bebas Biaya Pengobatan 4 Tahun Berkat BPJS PBI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Okt 2026, 05:00
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar- Suasana perbincangan dalam program Podcast Sinergi Indonesia yang menghadirkan kisah Pitriyani sebagai penerima manfaat layanan kesehatan gratis dari program BPJS PBI. Tangkapan layar- Suasana perbincangan dalam program Podcast Sinergi Indonesia yang menghadirkan kisah Pitriyani sebagai penerima manfaat layanan kesehatan gratis dari program BPJS PBI. (Youtube: Badan Komunikasi Pemerintah RI)

Ntvnews.id, Lebak- Pemerintah terus berkomitmen memberikan hak kesehatan masyarakat kurang mampu melalui program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Masyarakat tidak harus terbebani dengan administrasi pelayanan.

Jaminan kesehatan ini ditanggung penuh oleh pemerintah. Masyarakat pun diupayakan tidak terkendala birokrasi apa pun saat berobat.

Kelancaran program ini dirasakan oleh Pitriyani (42 tahun), warga Kampung Ciseke, Lebak, Banten. Dia sudah mengidap penyakit gagal ginjal selama empat tahun terakhir. Seluruh pelayanan yang dilakukan di rumah sakit, mulai dari obat-obatan, cuci darah rutin, dan pemasangan alat bantu, sepenuhnya dijamin pemerintah.

Selain menanggung seluruh administrasi rumah sakit, BPJS PBI juga memberikan layanan yang mudah bagi pasien dalam kondisi darurat. Hal ini sempat dialami Pitriyani yang sempat drop, tidak sadarkan diri, dan anggota keluarganya pun langsung membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Pitriyani langsung ditangani oleh petugas rumah sakit.

“Dibawa ke rumah sakit, saya tidak sadar. Langsung dibawa ke UGD dan ke ICU untuk ditangani. Dan, dari sisi administrasinya, tidak ada hambatan walau pasien BPJS,” kata Pitriyani.

Baca Juga: Menkes Bakal Perbaiki Keuangan BPJS Kesehatan Usai Dapat Suntikan Rp20 Triliun

Dalam proses pemulihannya pun, Pitriyani selalu diingatkan oleh dokternya untuk menjaga pola hidup. Menjaga konsumsi selama pengobatan.

“Kalau minum harus dikurangi, sehari 600 mililiter. Tidak boleh makan pisang dan belimbing,” katanya.

Berkat BPJS PBI, Pitriyani tak takut lagi untuk berobat. Pihak keluarga juga tenang karena program ini tetap men-cover pengobatan Pitriyani meski sudah empat tahun berjalan.

Kerja sama Kementerian Sosial dalam validasi data dan Kementerian Kesehatan dalam pelayanan medis memastikan bantuan kesehatan hadir tepat sasaran tanpa diskriminasi. Dengan biaya ditanggung penuh oleh pemerintah melalui BPJS PBI, masyarakat yang kurang mampu kini bisa berobat dengan tenang tanpa dibayangi beban finansial. Program ini menjadi bukti bahwa negara hadir dalam menjamin hak sehat bagi seluruh rakyat.

Kisah Pitriyani sebagai penerima manfaat program BPJS PBI JK di Kabupaten Lebak ini dapat disaksikan selengkapnya dalam program Podcast Sinergi Indonesia di saluran YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Disuntik Rp20 T, Menkes Minta Tak Ada Lagi yang Dibeda-bedakan

x|close