Mentrans Dukung Pengolahan Air Laut untuk Pusat Data di Batam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 12:00
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (Antara)

Ntvnews.id, Batam - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan air laut untuk mencukupi kebutuhan industri pusat data di Batam, Kepulauan Riau. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

"Investasi harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebutuhan air pusat data harus disiapkan dengan baik, termasuk melalui SWRO," kata Iftitah dalam keterangannya yang diterima di Batam, Kepri, Jumat, 9 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, teknologi seawater reverse osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air tawar dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan operasional pusat data. Dengan teknologi tersebut, penggunaan air dari waduk yang juga menjadi sumber pasokan masyarakat diharapkan tidak terbebani.

"Dengan perencanaan yang jelas, kita bisa menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi tumbuhnya industri baru," ujarnya.

Dukungan Iftitah tersebut sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam yang mendorong perusahaan pusat data untuk membangun fasilitas SWRO secara mandiri.

Data BP Batam per September 2026 mencatat sebanyak 10 rencana pengembangan pusat data di Batam, dengan satu fasilitas di antaranya telah beroperasi.

BP Batam memperkirakan pembangunan fasilitas SWRO di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil mampu menambah kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Penambahan kapasitas tersebut diperkirakan berlangsung dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Baca Juga: Batam Tumbuh Pesat, Mentrans: Bukti Nyata Industri Luar Jawa Kian Kokoh

Pada tahap berikutnya, kapasitas produksi air direncanakan meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik. Upaya ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri tanpa mengurangi pasokan air waduk yang digunakan masyarakat.

Selain memastikan ketersediaan air, Iftitah juga mendukung penguatan pasokan listrik dan infrastruktur pendukung lainnya. Menurut dia, langkah tersebut memerlukan koordinasi antara pemerintah, BP Batam, penyedia energi, dan pelaku usaha.

Pemetaan BP Batam pada September 2026 menunjukkan total kapasitas pusat data yang telah beroperasi, komitmen investasi, serta rencana pengembangan mencapai 1,47 gigawatt (GW) untuk kapasitas teknologi informasi (IT).

Besarnya potensi pengembangan tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur energi agar kebutuhan industri pusat data di Batam dapat terpenuhi.

Iftitah menilai posisi geografis Batam yang strategis memberikan peluang bagi daerah tersebut untuk berkembang menjadi salah satu pusat data berskala global. Potensi ini juga dinilai dapat menarik investasi lanjutan di sektor ekonomi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ia menambahkan, pengembangan industri perlu ditopang oleh ekosistem yang andal, kepastian layanan investasi, serta kesiapan tenaga kerja. Dengan begitu, pertumbuhan industri diharapkan turut memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Mentrans: Pentingnya Serap Aspirasi Lokal Dalam Revisi UU Ketransmigrasian

"Kehadiran pusat data bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, keterampilan, dan pendapatan yang lebih baik," katanya.

Sebelumnya, pada Mei 2026, BP Batam mengawal investasi pembangunan pusat data berbasis AI di kawasan Nongsa dengan nilai mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88 triliun. Proyek tersebut direncanakan memiliki area pengembangan seluas sekitar 30 hektare.

Iftitah menyampaikan bahwa Kementerian Transmigrasi siap mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda, agar dapat memanfaatkan peluang kerja sekaligus mengembangkan keterampilan di tengah pertumbuhan ekonomi digital.

Ia menegaskan, pengembangan investasi harus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, dan pertumbuhan pendapatan.

(Sumber: Antara)

x|close