Ntvnews.id, Soul - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno bertemu Wakil Wali Kota Seoul, Korea Selatan, Jeong Sang-hun di Seoul Metropolitan Government Building, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan kerja sama antara Jakarta dan Seoul, khususnya di bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, pembangunan perkotaan, hingga pendidikan.
Jakarta dan Seoul diketahui telah menjalin hubungan sebagai sister city selama lebih dari empat dekade. Jakarta juga menjadi salah satu dari 25 kota yang memiliki hubungan sister city dengan Seoul serta termasuk mitra penting Seoul di kawasan Asia Tenggara.
Rano mengatakan, Jakarta dan Seoul memiliki sejumlah kesamaan sebagai kota besar di Asia. Keduanya merupakan pusat ekonomi dengan perkembangan industri kreatif yang kuat dan tengah memperkuat posisi sebagai kota global.
Baca Juga: Rano Karno Yakin Jakarta Bisa Jadi Kota Sinema dalam 5 Tahun
"Jakarta dan Seoul memiliki banyak kesamaan sebagai kota-kota besar di Asia. Kedua kota merupakan pusat ekonomi yang penting dengan industri kreatif yang kuat, serta memiliki ambisi yang terus tumbuh untuk memperkuat posisinya sebagai kota global," katanya.
Menurut Rano, kunjungan Jakarta ke Seoul menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan mempelajari berbagai kebijakan perkotaan yang telah diterapkan Seoul.
Jakarta, kata dia, tertarik mempelajari bagaimana Seoul melakukan pembangunan kota sekaligus mempertahankan identitas dan kebudayaan.
"Kami tertarik untuk belajar dari pengalaman Seoul dalam pembangunan dan perancangan kota. Seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, kami melihat peluang pertukaran pengetahuan mengenai ruang publik, desain perkotaan, dan upaya menciptakan kota yang lebih layak huni," tuturnya.
Seoul Juga Belajar dari Pengalaman Jakarta
Bendera Korea Selatan (pixabay.com )
Pertukaran pengalaman tidak hanya berlangsung satu arah. Jeong Sang-hun menyampaikan bahwa Seoul juga memiliki sejumlah hal yang dapat dipelajari dari Jakarta.
Salah satunya adalah pengalaman Jakarta dalam mengelola kota dengan jumlah penduduk besar, kepadatan tinggi, serta mobilitas masyarakat yang sangat dinamis.
Jakarta memiliki sekitar 11 juta penduduk dan berada dalam kawasan metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta orang. Kondisi tersebut membuat Jakarta memiliki pengalaman dalam menangani berbagai persoalan perkotaan berskala besar.
Menurut Jeong, pengalaman Jakarta dalam mengelola kepadatan penduduk, mobilitas warga, pelayanan publik, hingga pembangunan kota menjadi pembelajaran penting bagi Seoul.
Bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Rano, yang memiliki latar belakang panjang di bidang perfilman dan kebudayaan, menilai pengalaman Korea Selatan dalam membawa produk budaya ke pasar global menarik untuk dipelajari Jakarta.
Mulai dari musik, film, drama, fesyen, kuliner hingga berbagai produk industri kreatif, Korea Selatan dinilai memiliki ekosistem yang mendukung perkembangan sektor tersebut.
Jakarta tidak hanya ingin mempelajari produk kreatif yang telah mendunia, tetapi juga ekosistem yang menopang pertumbuhannya.
Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah pengembangan Seongsu-dong sebagai kawasan kreatif perkotaan di Seoul.
Kawasan tersebut menjadi referensi bagi Jakarta dalam mengembangkan ruang yang dapat mempertemukan komunitas, pelaku industri kreatif, anak muda, seniman, pelaku usaha, serta masyarakat dalam satu ekosistem perkotaan.
Pemerintah Metropolitan Seoul juga memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan sepanjang hari, termasuk pada malam hari. Aktivitas budaya, kuliner, dan kreativitas dikembangkan di taman serta ruang publik untuk menciptakan kawasan yang nyaman sekaligus menarik bagi warga dan wisatawan.
Kerja sama di bidang pendidikan juga menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan Rano dan Jeong.
Rano menyampaikan rencana Pemprov DKI Jakarta mengembangkan program beasiswa pendidikan luar negeri mulai 2027 dengan skema yang serupa dengan LPDP. Program tersebut nantinya dikenal sebagai LPDP Jakarta.
Melalui kerja sama dengan Pemerintah Metropolitan Seoul, Jakarta membuka peluang agar program beasiswa tersebut dapat menghubungkan mahasiswa asal Jakarta dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul dan Korea Selatan.
"Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul," imbuh Rano.
Menurut Rano, kesempatan belajar di Korea Selatan bukan hanya untuk memperoleh pendidikan akademik. Mahasiswa Jakarta juga diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai perkembangan teknologi, inovasi, industri kreatif, dan kebudayaan Korea Selatan.
Kerja sama sister city Jakarta-Seoul pun diharapkan semakin luas, tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga universitas, mahasiswa, peneliti, komunitas kreatif, seniman, pelaku usaha, dan generasi muda.
Dalam pertemuan tersebut, Rano dan Jeong juga membahas momentum peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Pemprov DKI ingin menjadikan perayaan lima abad Jakarta sebagai momentum yang melibatkan kota-kota sahabat dari berbagai negara, bukan hanya sebagai perayaan bagi warga Jakarta.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah menggelar pertandingan sepak bola internasional dengan melibatkan klub dari kota-kota yang memiliki hubungan sister city dengan Jakarta.
Rano secara khusus berharap FC Seoul dapat datang ke Jakarta dan ambil bagian dalam rangkaian perayaan 500 tahun Jakarta.
Jeong menyambut positif gagasan tersebut. Ia juga menyampaikan harapan untuk dapat berkunjung langsung ke Jakarta dan menyaksikan perayaan lima abad perjalanan Ibu Kota pada 2027.
Dalam pertemuan itu, Jeong memberikan respons positif terhadap sejumlah peluang kerja sama yang ditawarkan Jakarta, mulai dari pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, pembangunan serta desain perkotaan, ekonomi kreatif, hingga keterlibatan Seoul dalam perayaan 500 tahun Jakarta.
Rano Karno Bertemu Wakil Wali Kota Seoul, Perkuat Kerja Sama Jakarta-Seoul (Pemprov DKI)