Ntvnews.id, Jakarta -Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya seniman sekaligus politikus senior Indonesia, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, di Jakarta pada Sabtu (26/9) pagi.
Lukman mengenang sosok Guruh sebagai figur yang berhasil merangkul serta menginspirasi generasi muda perkotaan sepanjang era 1970-an hingga 1990-an melalui penanaman rasa nasionalisme yang kuat. Saat ditemui menjelang proses pemakaman di TPU Karet Bivak pada hari yang sama, ia menegaskan bahwa mengenang Guruh berarti mengenang seorang budayawan besar yang mendedikasikan hidupnya demi kecintaan kepada bangsa dan Tanah Air.
Menurut pandangannya, seluruh karya almarhum baik di bidang musik, pementasan seni, pagelaran akbar, maupun perfilman merupakan wujud nyata dari kecintaan yang mendalam terhadap Indonesia.
"Kita semua tentu kehilangan, tetapi kita tentu meyakini bahwa beliau berpulang sepenuh rela dan bahagia kembali kepada Sang Pencipta. Mudah-mudahan beliau husnul khotimah dan kita yang ditinggalkan dikuatkan untuk melanjutkan apa yang selama ini beliau cita-citakan," tuturnya.
Baca Juga: Prabowo Panggil Deretan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa ke Istana, Termasuk Eks Menag Lukman Hakim
Ia turut bernostalgia mengenai interaksi terakhirnya bersama Guruh yang terjadi dalam sebuah acara kebudayaan, serta momen saat keduanya menerima penghargaan sebagai ikon prestasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Selepas momen tersebut, tali silaturahmi di antara mereka tetap terjaga melalui komunikasi via telepon.
Bagi Lukman, warisan terbesar dari putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno tersebut terletak pada keahliannya dalam menghidupkan, menumbuhkan, dan merawat semangat kebangsaan di kalangan anak muda urban lewat pendekatan seni yang modern serta adaptif pada masanya.
(Sumber: Antara)
Menteri Agama RI periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin ditemui sebelum pemakaman seniman dan politikus Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). (Antara)