Ntvnews.id, Jakarta - Reza Oktovian atau yang akrab disapa Reza Arap, diam-diam menunjukkan kepedulian sosialnya dengan membangun 27 sekolah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan ini disalurkan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang terdampak oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Rabu 16 September, pria berusia 38 tahun tersebut merinci bahwa proyek ini mencakup pembangunan untuk 20 Sekolah Dasar (SD), 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3 Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Ngomong-ngomong, saat ini aku sedang membangun total 27 sekolah di sekitar NTT. Rinciannya, 20 SD, 4 SMP, dan 3 SMA. Bukan untuk pamer, sih, karena sebelumnya aku juga sudah membangun beberapa sekolah," tulis Reza Arap.
Hal yang paling disorot dari aksi ini adalah penegasan Reza bahwa seluruh biaya perbaikan dan bantuan murni berasal dari kantong pribadinya. Ia dengan tegas membantah adanya penggalangan dana publik.
"Oh ya, ini pakai uang pribadi, lho. Jadi kalau nanti ada yang tanya soal penggalangan dana... jawabannya gak ada," tambahnya.
Gempa besar yang mengguncang NTT bulan lalu tidak hanya menelan lebih dari 100 korban jiwa, namun juga menghancurkan ribuan fasilitas pendidikan. Kemendikdasmen sebelumnya mencatat lebih dari 2.400 sekolah rusak akibat bencana tersebut.
Reza mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah yang dibantunya mengalami kerusakan parah hingga kehilangan atap. Hal ini memaksa para siswa untuk belajar di bawah terpal.
Sebagai respons cepat, bantuan yang disalurkan saat ini berupa material esensial seperti atap sementara dan terpal. Selain itu, Reza juga menyertakan buku, alat tulis, serta santunan finansial untuk para guru honorer dan pekerja di lapangan.
"Bantuan yang aku berikan berupa terpal dan atap sementara (bukan bangunan permanen karena alasan tertentu, hehe), buku + alat tulis, santunan guru-guru honorer, sama santunan buat orang lapangan," jelasnya.
Dalam proses penyaluran bantuan di lapangan, Reza Arap bekerja sama dengan seorang relawan lokal bernama Adiono, atau yang sering disapanya sebagai Mang Adi. Adiono diketahui merupakan sosok yang telah lama fokus pada upaya peningkatan literasi anak-anak di pelosok, dan sebelumnya pernah dibantu Reza untuk wilayah Lampung.
Mengenai komitmen waktu pelaksanaan proyek ini, Reza mengaku akan terus melanjutkannya sesuai dengan kemampuannya secara finansial dan tenaga. "Kalau masalah jangka waktu, gue sekarang cuma bisa jawab, 'Semampu gue'," tutur Reza.
Ia pun menjelaskan alasannya mengunggah aksi ini ke media sosial bukan untuk memamerkan diri, melainkan sebagai pengingat pribadi agar proyek ini tidak terbengkalai.
"Sebenernya di-post biar gue kaga lupa juga sih, bukan gimana-gimana banget niatnya," tutupnya.
Reza Arap (NTVNews)