Ntvnews.id, Jakarta - Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B untuk rute Manggarai-Velodrome resmi memulai operasional uji coba secara terbatas pada hari ini. Tahap awal ini menjadi penanda rampungnya pembangunan infrastruktur transportasi senilai Rp4,1 triliun tersebut.
Pada fase uji coba terbatas yang berlangsung hingga 16 September 2026, layanan LRT Jakarta belum dibuka secara bebas. Uji coba tahap pertama ini hanya diperuntukkan bagi tamu undangan, perwakilan warga, lembaga, key opinion leader (KOL), serta jurnalis.
Masyarakat umum baru dapat menjajal layanan ini pada tahap uji coba selanjutnya yang dijadwalkan pada 17 September hingga 2 Oktober 2026. Pada periode ini, LRT akan beroperasi selama tujuh jam setiap harinya, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Meski dibuka untuk umum, penumpang pada tahap ini diwajibkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menyatakan bahwa operasional secara penuh untuk masyarakat umum tanpa syarat registrasi baru akan diberlakukan pada pertengahan Oktober mendatang.
"Pada 12 Oktober hingga 30 November 2026 akan diberlakukan uji coba umum selama 17 jam, dari pukul 05.30 sampai 00.20 WIB. Selama periode ini, seluruh stasiun diaktifkan, jumlah penumpang tidak dibatasi, dan tidak perlu registrasi. Kami bersyukur akhirnya masyarakat dapat segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B," kata Paulus di Jakarta, 10 September 2026.
Baca Juga: Pramono: Peresmian LRT Velodrome-Manggarai Tunggu Jadwal Presiden
LRT Jakarta yang akan menghubungkan Stasiun Kelapa Gading dengan Stasiun Manggarai dijadwalkan beroperasi pada 26 Agustus 2026 (Antara)
Paulus memastikan seluruh tahapan pembangunan proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro ini telah rampung. Dalam proyek ini, Waskita Karya membangun jalur rel sepanjang 6,4 kilometer yang dilengkapi dengan lima stasiun baru, yakni Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Stasiun Manggarai.
Poin keunggulan dari fase baru ini adalah tingkat konektivitasnya. Seluruh stasiun LRT Jakarta dirancang agar terintegrasi dengan moda angkutan umum lainnya. Secara khusus, Stasiun Manggarai kini menjadi titik sentral yang menghubungkan LRT langsung dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, layanan bus Transjakarta, hingga Kereta Bandara menuju Soekarno-Hatta.
Paulus berharap kehadiran rute baru ini dapat mendorong modernisasi sistem transportasi massal di Indonesia, khususnya di Jakarta yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan.
"Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," pungkasnya.
Jakpro dan DJKA Perkuat Sinergi Pengujian Sistem, Pastikan Keselamatan dan Keandalan Layanan LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai