AirNav Buka Lima Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 15:25
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sejumlah penumpang penerbangan beraktivitas di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Sejumlah penumpang penerbangan beraktivitas di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia kembali membuka operasional penerbangan di lima bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pembukaan tersebut dilakukan setelah AirNav menerbitkan NOTAM yang menandai dimulainya kembali operasional di masing-masing bandara pada Selasa, 8 September 2026.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan lima bandara yang kembali dibuka yakni Bandara Radin Inten II, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe, dan Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.

“Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan,” katanya.

Baca Juga: Bandara Wunopito Ditutup Gegara Abu Vulkanik Lewotolok

Berdasarkan NOTAM B1159/26, Bandara Radin Inten II (WILL) berstatus AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS dan berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.

Sementara itu, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) melalui NOTAM C1136/26 kembali beroperasi mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB. Bandar Udara Budiarto (WIRR) berdasarkan NOTAM C1131/26 dibuka mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB.

“Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP) — NOTAM C1133/26, berlaku mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”. Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) — NOTAM C1138/26, berlaku mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”, jelasnya.

AirNav menerbitkan NOTAM tersebut dengan mempertimbangkan perubahan kondisi sebaran abu vulkanik yang memengaruhi operasional penerbangan. Hasil evaluasi keselamatan serta informasi aeronautika terbaru menjadi dasar untuk membuka kembali sejumlah bandara.

“Selain itu, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di lokasi bandara-bandara terdampak, yang menunjukkan hasil negatif,” paparnya.

Baca Juga: TNI AU: Operasional Penerbangan di Bandara Halim Kembali Normal

AirNav Indonesia tetap memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

“Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan,” kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close