Mendiktisaintek Tegaskan PKKMB di Kampus Harus Bebas dari Perundungan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 16:48
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 19 Agustus 2026. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 19 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Bandung - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan agar pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di perguruan tinggi tidak diwarnai tindakan perundungan.

Brian menyampaikan hal tersebut setelah memberikan kuliah umum dalam rangkaian orientasi mahasiswa baru di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Rabu, 19 Agustus 2026.

“Ini suatu proses yang sangat baik. Saya sambil meninjau, tidak ada ospek perundungan, kan Pak Rektor?. Dengan proses pendidikan yang baik ini juga harus diawali dengan masa orientasi yang baik pula,” kata Brian.

Menurut Brian, kegiatan orientasi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan perguruan tinggi. Proses tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih mudah menyesuaikan diri dengan kehidupan perkuliahan.

Baca JugaMenteri PPPA Ajak Semua Pihak Ciptakan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

Ia menjelaskan, masa orientasi juga menjadi tahapan bagi mahasiswa baru untuk memahami perubahan dari kehidupan sebagai siswa menuju mahasiswa yang dituntut memiliki kemandirian lebih besar.

“Kakak-kakak kelasnya akan mengenalkan seperti apa kehidupan di kampus. Tentunya, nantinya adik-adik mahasiswa baru itu bisa cepat beradaptasi dan aktif di lingkungan kampus,” katanya.

Brian juga mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya mengikuti pembelajaran akademik di ruang kelas. Mereka didorong aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan kampus.

Keterlibatan tersebut, menurut dia, dapat membantu mahasiswa mengasah kemampuan teknis sekaligus kemampuan nonteknis selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Baca JugaPerundungan di Era Digital: Sebuah Perspektif terhadap Reputasi Institusi Pendidikan

“Tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus, sehingga nantinya hard skill maupun soft skill mereka berkembang selama masa pendidikan, selama berkuliah di UPI ini,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa mendapatkan fondasi pendidikan yang baik sejak masa orientasi sehingga memiliki kesiapan ketika nantinya menyelesaikan pendidikan dan memasuki kehidupan bermasyarakat.

“Tentunya, kita berharap setelah lulus mereka jauh lebih siap untuk terjun di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rektor UPI Didi Sukyadi mengingatkan mahasiswa agar tidak melihat status sebagai mahasiswa sekadar sebagai sebuah kebanggaan. Menurutnya, status tersebut juga membawa amanah dan tanggung jawab.

Didi menjelaskan bahwa lingkungan akademik seharusnya dimanfaatkan mahasiswa untuk memperluas pengetahuan, membentuk karakter, membangun jejaring, serta menyiapkan diri agar mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Saudara datang untuk memperoleh pengetahuan, membangun karakter, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari perubahan,” ujar Didi.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close