Ntvnews.id, Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menjalankan proses lelang untuk sejumlah paket pekerjaan konstruksi proyek lintas Timur-Barat yang akan menghubungkan Medan Satria, Bekasi, hingga Tomang, Jakarta Barat.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan proses bidding saat ini dilakukan untuk pembangunan beberapa paket pekerjaan dalam proyek tersebut.
"Saat ini kita sedang membangun jalur Timur-Barat, Medan Satria-Tomang yang sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan," kata Farchad Mahfud dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa Jakarta, Selasa (11/8).
Pembangunan lintas Timur-Barat tersebut berjalan secara paralel dengan proyek perpanjangan lintas Utara-Selatan menuju Kota. Salah satu paket pekerjaan yang disiapkan mencakup pembangunan bagian bawah tanah (underground section) dari kawasan perempatan Bank Indonesia, Thamrin-Kebon Sirih, hingga area Kwitang-Senen.
Baca juga:BRI Kartu Kredit Contactless Kini Bisa Digunakan untuk Pembayaran MRT Jakarta
Selain membangun jalur, MRT Jakarta juga mempersiapkan pembangunan depo di wilayah Jakarta bagian timur sebagai bagian dari pengembangan lintas Timur-Barat.
Sementara itu, pembangunan perpanjangan MRT lintas Utara-Selatan menuju Kota kini telah mencapai sekitar 63 persen. Rute tersebut ditargetkan mulai melayani perjalanan MRT hingga Kota pada 2029.
Sejak beroperasi pada 2019, jumlah pengguna MRT Jakarta terus meningkat. Dari sekitar 70.000 penumpang per hari pada awal pengoperasian, jumlahnya kini mencapai sekitar 135.000 penumpang per hari.
Tingkat ketepatan waktu (on-time performance) MRT Jakarta juga tercatat mencapai 99,9 persen. Kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Tak hanya memperluas jaringan transportasi, MRT Jakarta juga mengembangkan kawasan melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing) tanpa mengandalkan pendanaan dari fiskal daerah maupun negara.
Adapun stasiun yang direncanakan berada di sepanjang Lintas Timur-Barat MRT Jakarta meliputi Kembangan, Batu Mulia, Teknologi, Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Arjuna Selatan, Tomang, Grogol, Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang, Senen, Galur, Cempaka Baru, Sumur Batu, Pakulonan Barat, Pakulonan Timur, Perintis, Pulogadung, Penggilingan, Cakung Barat, Pulo Gebang, Ujung Menteng, dan Medan Satria.
Lintas Timur-Barat tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 2031 dengan perkiraan jumlah penumpang mencapai 284.000 orang per hari.
(Sumber:Antara)
Arsip Foto - Rangkaian kereta MRT dan sejumlah kendaraan melintas di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2020). (Antara)