Ntvnews.id, Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin yang termasuk dalam paket konstruksi CP 201 Fase 2A rampung serta mulai beroperasi secara penuh pada akhir 2027.
Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, menjelaskan bahwa progres pembangunan fisik paket CP 201 yang menghubungkan Bundaran HI dengan kawasan Monas saat ini telah mencapai sekitar 92 hingga 93 persen.
"Untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92 menuju 93 persen. Insya Allah selesaikan di akhir tahun 2027 dan sudah beroperasi di akhir 2027," kata Weni dalam keterangannya di Jakarta, Kami, 23 Juli 2026.
Menurut dia, pekerjaan konstruksi kini memasuki tahap penyelesaian interior stasiun. Proses tersebut meliputi pemasangan sistem mekanikal dan elektrikal, pekerjaan arsitektural, hingga tahap akhir atau finishing.
Baca juga: MRT Jakarta dan BPS Kembangkan Pemanfaatan Data Statistik untuk Transportasi Perkotaan
Weni juga memastikan kondisi ekonomi global maupun pelemahan nilai tukar rupiah belum memengaruhi anggaran proyek. Ia mengatakan nilai pagu proyek CP 201 yang diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun masih tetap sesuai kontrak awal.
Terkait tantangan pembangunan di lapangan, Weni menyebut kondisi tanah yang relatif lunak menjadi kendala utama dalam pembangunan struktur bawah tanah. Namun, persoalan tersebut telah diatasi melalui penerapan rekayasa teknik untuk menstabilkan kondisi tanah.
Selain itu, demi menjaga kelancaran lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat, MRT Jakarta menggunakan metode box jacking dalam pembangunan terowongan bawah tanah menuju Jalan Museum Nasional. Metode ini memungkinkan pekerjaan dilakukan tanpa mengganggu arus kendaraan di permukaan.
Stasiun Monas dirancang sebagai stasiun ikonik yang menyesuaikan karakter kawasan cagar budaya. Panjang stasiun mencapai sekitar 220 meter, sementara peron kereta berada pada kedalaman sekitar 15 hingga 18 meter di bawah permukaan tanah.
Baca Juga: Ada Pekerjaan MRT, Halte Transjakarta Arah Kota Tutup Sementara
"Karena masuk kawasan heritage, bangunan di atas permukaan kita buat tidak tinggi, istilahnya sunken entrance yang langsung masuk ke area bawah tanah. Ventilasi dan cooling tower juga dibuat semi-sunken," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko genangan air hujan pada konsep sunken entrance, MRT Jakarta melengkapi stasiun dengan sistem drainase khusus beserta pintu penahan banjir (flood gate).
Stasiun Monas nantinya akan memiliki dua akses masuk, yaitu Grand Entrance yang menghadap langsung ke Monumen Nasional serta pintu masuk melalui Jalan Museum Nasional.
Selain berfungsi sebagai stasiun, fasilitas ini juga akan dilengkapi koridor panjang yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pameran edukasi dan seni, serta menyediakan pusat informasi bagi wisatawan (information center).
(Sumber: Antara)
Pekerja melakukan uji coba perlintasan jalur kereta MRT Fase 2A CP 201 di kawasan Gambir, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat progres pembangunan proyek MRT fase 2A rute Bundaran HI-Kota hingga 25 Juni 2026 mencapai 61,8 persen (Antara)