Maskapai Minta Penumpang Batalakan Penerbangan Gegara Suhu Panas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Termometer Suhu Panas Ilustrasi Termometer Suhu Panas (Pixabay)

Ntvnews.id, Washigton D.C -Cuaca ekstrem yang melanda Las Vegas, Amerika Serikat, menimbulkan situasi tidak biasa di Bandara Internasional Harry Reid. Suhu yang mencapai sekitar 112-114 derajat Fahrenheit atau sekitar 46 derajat Celsius menyebabkan ratusan penerbangan mengalami penundaan.

Dilansir dari AFP, Senin, 3 Agustus 2026, tercatat sebanyak 580 penerbangan mengalami keterlambatan sepanjang Jumat hingga Minggu ketika gelombang panas menerpa Sin City. Kondisi paling parah terjadi pada Jumat dengan 284 penundaan, yang berdampak terhadap sekitar sepertiga penerbangan yang dijadwalkan berangkat.

Situasi tersebut membuat United Airlines meminta sejumlah penumpang untuk membatalkan penerbangan mereka secara sukarela. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi panas ekstrem membuat bobot pesawat harus dikurangi agar dapat melakukan lepas landas dengan aman.

Laporan yang beredar menyebutkan maskapai menawarkan voucher perjalanan hingga USD 2.500 atau sekitar Rp45 juta kepada puluhan penumpang. Tawaran tersebut diberikan agar mereka bersedia meninggalkan pesawat sehingga penerbangan dapat tetap dilaksanakan dengan batas berat yang aman.

Seorang penumpang bernama Trish mengatakan kepada media KSNV bahwa sekitar separuh penumpang dalam penerbangan United Airlines yang ditumpanginya diminta untuk turun dari pesawat akibat pembatasan berat.

"Kami ditawari USD 2.500 untuk menjadi sukarelawan turun dari pesawat karena pembatasan berat akibat cuaca, jadi itu sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya," katanya.

Bukan hanya United Airlines yang menghadapi persoalan serupa. Sebuah video yang beredar luas dari gerbang American Airlines memperlihatkan petugas meminta sekitar 50 penumpang untuk secara sukarela meninggalkan tempat duduk mereka. Permintaan itu disampaikan ketika suhu udara di luar pesawat mencapai 114 derajat Fahrenheit.

Pada Sabtu, penerbangan American Airlines lainnya juga meminta 32 penumpang yang telah berada di dalam pesawat untuk turun secara sukarela sebelum pesawat diberangkatkan. Informasi tersebut dilaporkan FOX5.

"Jadi, entah 32 orang memutuskan untuk mengubah rencana mereka, atau kita semua akan mengubah rencana penerbangan kita," kata penumpang tujuan Texas, Jared Guynes, kepada stasiun tersebut.

Baca Juga: AHY Sebut Sustainable Aviation Fuel Jadi Masa Depan Industri Penerbangan

Kondisi tersebut justru menjadi keuntungan tersendiri bagi sebagian penumpang. Setelah jumlah penumpang yang bersedia turun dinilai mencukupi, penerbangan akhirnya dapat diberangkatkan.

American Airlines membenarkan bahwa suhu ekstrem menjadi alasan dilakukannya pengurangan bobot pesawat yang tidak biasa. "Ketika suhu sangat tinggi, kami mungkin perlu mengurangi berat pesawat untuk memastikan pesawat dapat beroperasi dengan aman," kata maskapai tersebut dalam sebuah pernyataan.

Federal Aviation Administration (FAA) menjelaskan bahwa temperatur yang sangat tinggi menyebabkan kepadatan udara menurun. Akibatnya, daya angkat yang dihasilkan sayap pesawat ikut berkurang dan pesawat membutuhkan lintasan yang lebih panjang untuk dapat lepas landas.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, maskapai dapat mengurangi jumlah kargo maupun penumpang. Pilihan lainnya adalah mengurangi jumlah bahan bakar yang dibawa, meski hal itu berpotensi membuat pesawat harus melakukan pemberhentian tambahan untuk mengisi bahan bakar.

Ilustrasi Pesawat <b>(pixabay)</b> Ilustrasi Pesawat (pixabay)

Dalam kondisi suhu yang melampaui batas operasional yang ditetapkan produsen pesawat, penerbangan bahkan tidak dapat dilakukan.

Bandara Internasional Harry Reid sendiri memiliki landasan pacu sepanjang 4.521 meter yang termasuk salah satu landasan terpanjang di Amerika Serikat. Namun, panjang landasan tersebut belum tentu mampu mengatasi persoalan ketika suhu udara meningkat hingga ekstrem.

Pakar penerbangan Reed Yadon mengatakan bahwa udara yang sangat panas dan tipis dapat tetap menjadi tantangan bagi pesawat meski tersedia landasan pacu yang panjang.

"Sayap tidak menghasilkan daya angkat sebanyak biasanya, dan mesin tidak menghasilkan daya dorong yang cukup," kata Yadon kepada KSNV.

TERKINI

2 Helikopter Pemadam Kebakaran Tabrakan Saat Jinakkan Api

Luar Negeri Senin, 3 Agu 2026 | 06:25 WIB

Geger Wisatawan Tewas di Pantai Semeti

Viral Senin, 3 Agu 2026 | 06:15 WIB

Power Bank Meledak di Pesawat, Penumpang Panik

Luar Negeri Senin, 3 Agu 2026 | 05:38 WIB

Isi Bagasi Turis di Bandara Bikin Geger

Luar Negeri Senin, 3 Agu 2026 | 05:15 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close