Pemkab Banyumas Masih Menanti Hasil Investigasi Insiden Tribun VIP Ambruk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 13:40
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi keterangan pers terkait insiden ambruknya tribun VIP dalam ajang Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, 26 Juli 2026 Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi keterangan pers terkait insiden ambruknya tribun VIP dalam ajang Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, 26 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Purwokerto - Pemerintah Kabupaten Banyumas masih menunggu hasil investigasi dari Polresta Banyumas terkait insiden ambruknya tribun VIP saat penyelenggaraan Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Minggu, 26 Juli 2026, yang menyebabkan puluhan orang menjadi korban.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Senin, 27 Juli 2026, mengatakan pemerintah daerah bersama kepolisian telah membentuk dua tim untuk menangani dampak insiden tersebut.

Ia menjelaskan, tim pertama dipimpin Polresta Banyumas untuk menyelidiki penyebab ambruknya tribun, sedangkan tim kedua dipimpin pemerintah daerah bersama penyelenggara guna menangani para korban.

"Tim satu tentunya dari Polres akan melakukan investigasi. Sudah dilakukan dan belum selesai. Jadi, nanti kesimpulannya apa, menunggu hasil dari Polres," katanya.

Menurut Sadewo, dirinya bersama pihak penyelenggara telah mengunjungi seluruh korban yang masih menjalani perawatan sebagai bentuk tanggung jawab kepada para korban.

Baca Juga: Tribun Lomba Drift di Purwokerto Ambruk, 75 Orang Luka-luka

Sementara itu, area tribun yang ambruk telah dipasangi garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan yang dilakukan Polresta Banyumas.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data sementara, jumlah korban mencapai sekitar 90 orang.

Sebelumnya, pemerintah daerah mencatat sebanyak 75 korban. Namun, jumlah tersebut terus diperbarui seiring berlangsungnya proses verifikasi terhadap korban yang telah dipulangkan, masih dirawat inap, maupun yang masih menjalani observasi.

Sadewo mengatakan kondisi korban beragam, mulai dari mengalami luka ringan, pingsan, hingga patah tulang. Seorang ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan juga menjadi korban, namun kondisi ibu beserta janinnya dipastikan dalam keadaan aman.

Ia menegaskan penanganan korban tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, sembari mendukung penuh proses investigasi yang tengah dilakukan kepolisian.

Baca juga: Bus Sinar Jaya Kecelakaan Maut di Jalan Raya Pejagan–Purwokerto

"Yang jelas tidak ada yang menghendaki ini terjadi. Namanya musibah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sadewo bersama timnya mendatangi para korban yang dirawat di RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, Unit Geriatri RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi Husada, RS Orthopaedi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Sinar Kasih, RS JIH Purwokerto, dan RSUD Banyumas.

Khusus korban yang dirawat di RSUD Banyumas, ia menyapa mereka melalui panggilan video karena rangkaian kunjungan berlangsung hingga larut malam.

"Semua saya kunjungi satu per satu dan saya mengajak pihak penyelenggara. Mereka bertanggung jawab dan cukup kooperatif," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close