Terjadi Bentrokan Antarkelompok di Jalan Tambak Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 15:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Terjadi Bentrokan Antarkelompok di Jalan Tambak Jakarta Terjadi Bentrokan Antarkelompok di Jalan Tambak Jakarta (Istimeaa)

Ntvnews.id, Jakarta - Bentrokan yang diduga melibatkan dua kelompok terjadi di Jalan Tambak I, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka, sementara sebuah bangunan dan sejumlah sepeda motor terbakar.

Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan peristiwa itu berawal dari perselisihan antara warga dengan sekelompok orang yang menempati lahan kosong di kawasan tersebut.

"Bahwa sekitar pukul 10.00 pagi tadi, ada terjadi perselisihan antara pihak warga dan pihak oknum-oknum yang kebetulan menempati lahan kosong," kata Braiel di lokasi kejadian, dikutip Kompas.

Ia menjelaskan, dua korban yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, penyebab pasti bentrokan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

"Untuk detail perselisihan yang terjadi, kami mohon waktu untuk menyelidikinya secepat mungkin," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, bentrokan diduga dipicu perselisihan di sekitar Jalan Tambak I. Setelah itu, sekelompok warga diduga mendatangi bangunan yang berada di lahan kosong dan disebut sebagai markas salah satu kelompok sekaligus difungsikan sebagai kafe.

Baca Juga: Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Tidak lama berselang, api muncul dan melalap sebagian bangunan beserta sejumlah kendaraan yang berada di lokasi. Polisi hingga kini belum memastikan penyebab kebakaran maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Jadi, ada yang sempat terbakar bangunan dan kendaraan. Nah, ini akan kami pastikan lagi mana objek-objeknya dan kami akan segera lakukan pengolahan TKP," kata Braiel.

Saat ditanya mengenai dugaan pembakaran yang dilakukan warga, Braiel menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran.

"Kami belum bisa memastikan itu siapa. Mohon waktu, kami akan menyelidiki," ujarnya.

Braiel memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan, meski status hukum mereka masih didalami.

Selain itu, polisi membantah kabar yang sempat beredar mengenai adanya perusakan rumah ibadah dalam bentrokan tersebut. Braiel mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi bersama tokoh masyarakat setempat.

"Yang dapat kami pastikan pada kesempatan siang hari ini bahwa tidak ada kejadian bahwa salah satu pihak ada merusak rumah ibadah. Jadi, kami tadi sudah bersama dengan Pak Ustaz mengonfirmasi dan mengklarifikasi bahwa tidak ada perusakan terhadap rumah ibadah," kata Braiel.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat.

"Agar supaya kami kita semua dan warga tidak terprovokasi dengan isu-isu liar, mohon waktu berikan kami kesempatan untuk bisa membuktikan dan mendudukkan persoalan yang sebenarnya," tuturnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Tambak I sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya warga yang memadati area pascabentrokan. Puluhan personel kepolisian, termasuk anggota bersenjata laras panjang, bersama personel TNI disiagakan untuk mengamankan situasi.

Bangunan yang diduga menjadi pusat bentrokan mengalami kerusakan berat. Sebagian bangunan hangus terbakar, sementara puing-puing material, rangka besi, batu, pecahan kaca, serta sejumlah sepeda motor yang terbakar terlihat berserakan di lokasi. Polisi telah memasang garis pengamanan sebelum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, seorang pedagang nasi uduk bernama Rusdi mengaku gerobaknya turut menjadi sasaran perusakan saat bentrokan berlangsung.

"Awalnya ada orang timur bawa motor knalpotnya berisik, geber-geber. Sama dia enggak terima ada yang negur orang yang lagi makan di saya. Terus enggak lama kemudian manggil abang-abangnya, datang, terus udah langsung kejadian (bentrok)," kata Rusdi.

Menurutnya, sekitar 10 orang datang ke lokasi untuk mencari seseorang yang diduga menegur pengendara motor tersebut. Karena tidak menemukan orang yang dicari, mereka diduga melampiaskan amarah dengan merusak gerobaknya.

"Langsung ngancurin warung (gerobak). Tapi awalnya sih cuma nanya-nanya doang, mungkin enggak dapat-dapat pelakunya gitu. Jadi musuhnya jadi membabi buta gitu," ujarnya.

Rusdi mengatakan gerobaknya mengalami kerusakan pada bagian kaca dan roda, namun masih bisa diperbaiki.

"Cuma kacanya itu, kaca sama roda sih. Masih bisa dibenerin," katanya.

Ia juga memastikan tidak ada pelanggan yang menjadi korban karena saat kejadian warungnya sedang tidak melayani pembeli.

"Kalau yang makan di saya sih aman, waktu itu lagi enggak ada, lagi kosong. Cuma ini (kaki) kena pecahan doang," ucapnya.

Meski menjadi korban perusakan, Rusdi berharap situasi di kawasan Jalan Tambak I dapat segera kembali kondusif.

x|close