Ntvnews.id, Sleman – PT Adhi Karya (Persero) menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 pada ruas Trihanggo–Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mencapai sekitar 86 persen. Proyek tersebut ditargetkan memasuki tahap provisional hand over (PHO) pada September 2026.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, di Sleman, Kamis, 23 Juli 2026, menjelaskan bahwa pekerjaan kini berada pada tahap akhir penyelesaian struktur. Salah satu pekerjaan penting yang telah dituntaskan adalah pemasangan balok (erection girder) untuk jalur akses masuk dan keluar kendaraan (ramp on dan ramp off).
"Insya Allah sampai sekarang ya sekitar sudah masuk 86 persen. Jadi terakhir tadi malam itu kita melaksanakan "erection girder" untuk balok yang membentang, dan untuk "ramp on" serta "ramp off"-nya alhamdulillah sudah selesai," kata Agung.
Menurut Agung, tahapan berikutnya akan difokuskan pada proses pembesian, pengecoran lantai beton (rigid pavement), hingga pengaspalan di area ramp on dan ramp off. Selain itu, pembangunan gerbang tol dengan sentuhan budaya lokal juga tengah diselesaikan.
Baca Juga: Mandiri Jogja Marathon 2026 Jadi Motor Penggerak Perekonomian Yogyakarta
Gerbang tol tersebut nantinya akan dihiasi siluet ikonik Candi Ratu Boko. Saat ini, rangka siluet masih dirakit di bagian bawah sebelum dipasang di atas struktur gantry gerbang tol yang berada di sisi timur perempatan Jalan Raya Ringroad.
Dari sisi konektivitas, ruas Tol Trihanggo nantinya akan tersambung secara langsung dengan Jalan Tol Jogja–Bawen. Kendaraan dari kedua ruas tol dapat saling terhubung melalui akses keluar dan masuk di Gerbang Tol Trihanggo.
Dalam pelaksanaan proyek yang berada di atas jalur lalu lintas nasional dengan mobilitas tinggi, pihak kontraktor menerapkan prosedur keselamatan kerja secara ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi kewajiban penggunaan alat pelindung diri secara lengkap bagi seluruh pekerja, pemasangan safety net di sisi kanan dan kiri struktur layang (elevated), serta pengaturan waktu pekerjaan berat seperti pengecoran beton pada sore hingga malam hari ketika arus kendaraan lebih lengang.
Baca Juga: Pemuda Hilang di Sungai Bengawan Solo
PT Adhi Karya juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polresta Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, dan Dinas Perhubungan DIY untuk mengantisipasi kondisi lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
Agung memastikan target penyelesaian proyek pada September 2026 tetap sesuai rencana. Jumlah tenaga kerja maupun alat berat masih dipertahankan sesuai jadwal awal sehingga belum diperlukan penambahan lembur dalam skala besar.
"Sementara itu, terkait pembebasan lahan, ia memastikan seluruh area kerja sudah dalam status "clear and clean" serta siap sepenuhnya untuk digunakan," katanya.
Ia menilai keberadaan jalan tol tersebut akan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Baca Juga: RSA Beberkan Penyebab Kemacetan Jalan Tol yang Sering Diabaikan
"Insya Allah ini menjadi konektivitas antarwilayah yang akan menjadi lebih lancar dan lebih cepat. Destinasi-destinasi wisata unggulan, terutama di Jateng-DIY, bisa terkoneksi dengan cepat, seperti akses menuju Candi Borobudur," kata Agung.
Sebagai informasi, pada ruas Trihanggo (Paket 2.2) disiapkan satu titik akses keluar dan masuk kendaraan berupa ramp on dan ramp off. Selanjutnya, ruas tersebut akan terhubung dengan pembangunan paket lanjutan menuju kawasan Junction Sleman yang mengarah ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
(Sumber: Antara)
Kondisi Jalan tol Jogja-Solo di ruas Trihanggo–Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Antara)