Ancaman Keras Pemimpin Tertinggi Iran ke AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jul 2026, 05:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) (Times of Israel)

Ntvnews.id, Taheran - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat dengan menyatakan negaranya siap memberikan "pelajaran tak terlupakan" apabila Washington terus melanggar nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani oleh presiden kedua negara.

Dilansir dari Anadolu, Senin, 20 Juli 2026, Khamenei menilai dugaan pelanggaran yang dilakukan Amerika Serikat menunjukkan bahwa komitmen pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap kesepakatan tersebut tidak lagi dapat dipercaya. Menurutnya, tanda tangan presiden AS kini sudah tidak memiliki nilai maupun kredibilitas.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Khamenei menegaskan bahwa tindakan Washington kembali membuktikan ketidakseriusan Amerika Serikat dalam mematuhi isi kesepakatan yang telah disepakati bersama.

Ia juga menuding praktik pemaksaan, totalitarianisme, dan penggunaan kekerasan sebagai bagian yang melekat dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Khamenei memperingatkan bahwa apabila Washington terus meningkatkan eskalasi konflik, Amerika Serikat akan menerima "pelajaran yang tak terlupakan" dari rakyat Iran serta kelompok yang disebutnya sebagai "Front Perlawanan."

Menurutnya, persatuan antara masyarakat dan para pejabat Iran menjadi faktor penting untuk menjaga martabat serta kedaulatan negara di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Minta Houthi Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Pembangkit Listriknya

Selain itu, Khamenei memberikan apresiasi kepada para pejuang Iran dan warga di wilayah selatan yang dinilainya telah menunjukkan keberanian dalam menghadapi situasi beberapa hari terakhir.

Senada dengan itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional. Melalui akun X miliknya, ia menyatakan bahwa menjaga solidaritas dan menghindari perpecahan merupakan kunci meraih kemenangan dalam situasi yang disebut sebagai momen bersejarah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengumumkan bahwa Teheran menghentikan pelaksanaan komitmennya dalam nota kesepahaman tersebut. Keputusan itu diambil setelah Iran menilai Amerika Serikat tidak memenuhi kewajiban yang telah disepakati.

Ketegangan antara kedua negara terus meningkat menyusul aksi saling serang yang masih berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Eskalasi tersebut terjadi meski Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan itu dirancang untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.

x|close