Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyiapkan anggaran sekitar Rp2,7 triliun untuk memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Proyek ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat konektivitas transportasi publik.
Ia mengatakan, perpanjangan jalur sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut akan melengkapi jaringan LRT yang saat ini menghubungkan Kelapa Gading hingga Manggarai sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, akan diresmikan Agustus 2026.
"Kalau kemudian sampai Dukuh Atas tambah 2 kilometer lagi, tidak ada pembebasan lahan sehingga tidak ada handicap untuk menunggu pembebasan lahan. Langsung bisa dibangun kurang lebih Rp 2,7 triliun," kata Pramono saat meninjau kesiapan operasional LRT di Jakarta Timur, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan koridor Manggarai-Dukuh Atas memiliki peran strategis karena akan menghubungkan LRT Jakarta dengan berbagai moda transportasi massal yang telah beroperasi di kawasan Dukuh Atas.
Integrasi tersebut akan mempermudah masyarakat berpindah moda dari LRT, MRT, KRL Commuter Line, hingga Transjakarta dalam satu kawasan transit terpadu. Menurutnya, konektivitas antarmoda akan membuat perjalanan warga menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Ditargetkan Mulai Dibangun 2027
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalur Manggarai–Dukuh Atas dimulai pada awal 2027 dan selesai pada 2028. Pramono pun optimistis proyek dapat berjalan lebih cepat karena tidak terkendala proses pembebasan lahan yang selama ini kerap menjadi hambatan pembangunan infrastruktur.
Ia menilai perpanjangan jalur tersebut akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem transportasi publik di ibu kota.
"Dan itulah yang saya katakan menjadi milestone baru, menjadi sesuatu yang baru untuk perubahan transportasi yang ada di Jakarta," imbuhnya.
Pramono juga menggambarkan manfaat besar yang akan dirasakan masyarakat setelah jalur LRT tersambung hingga Dukuh Atas. Ia mencontohkan, warga yang berangkat dari Pondok Labu, Jakarta Selatan, menuju Kelapa Gading, Jakarta Utara, nantinya cukup menggunakan MRT lalu berpindah ke LRT di kawasan Dukuh Atas atau Manggarai.
Dengan sistem transportasi yang saling terhubung, perjalanan diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam.
"Kalau itu terjadi, kita bisa membayangkan teman-teman yang dari Pondok Labu, Jakarta Selatan, ingin makan di Kelapa Gading, waktunya di bawah satu jam. Karena dari Pondok Labu naik MRT kemudian ganti naik LRT, kurang lebih satu jam lah," kata Pramono.
Baca Juga:Pramono Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Sebut Data Jadi Referensi Utama dalam Mengambil Keputusan
Pramono tinjau progres LRT Velodrome-Manggarai (Ntvnews.id/Adiansyah)