Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak IWAPI memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global.
Menurut Pramono, IWAPI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberdayakan perempuan pelaku usaha serta menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Ia juga memberikan apresiasi atas kontribusi IWAPI DKI Jakarta yang selama ini aktif mendukung pengembangan usaha perempuan. Karena itu, ia berharap sinergi antara IWAPI dengan perangkat daerah, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) serta Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), semakin diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Jakarta sekarang sebagai kota global, pusat perekonomian nasional, dan sekaligus memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, saya meminta IWAPI terus berkolaborasi dengan pemerintah agar semakin banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya perempuan," katanya.
Pramono juga mengungkapkan kondisi perekonomian Jakarta saat ini menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 5,59 persen dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 16,67 persen. Selain itu, tingkat inflasi yang tetap terkendali dinilai mampu menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)
Melihat capaian tersebut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi IWAPI, mulai dari pengembangan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha perempuan.
"Kami membuka diri untuk bekerja sama. Kolaborasi harus diwujudkan dalam program-program nyata agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan pelaku usaha," ujarnya.
Selain memperkuat sektor ekonomi, Pramono menjelaskan Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan, termasuk pelatihan bahasa asing bagi calon tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri.
Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan daya saing masyarakat Jakarta di tingkat internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan organisasi pelaku usaha seperti IWAPI.
"Mudah-mudahan ini juga membuat IWAPI bisa berkolaborasi, berperan serta, dan bekerja sama dengan Pemprov DKI," imbuhnya.
Di sisi lain, Pramono juga menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS di seluruh pasar yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, Jakarta menjadi penyumbang sekitar 38 persen penggunaan QRIS secara nasional.
Menurutnya, transaksi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para pedagang, terutama perempuan, karena mengurangi penggunaan uang tunai sekaligus meningkatkan transparansi transaksi.
"Penggunaan QRIS memberikan perlindungan yang lebih baik kepada para pelaku usaha. Selain lebih aman karena mengurangi transaksi tunai, transparansi transaksi juga semakin meningkat," terangnya.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta juga terus menyelesaikan berbagai proyek strategis untuk mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas transportasi, pengembangan ruang publik, hingga penyediaan fasilitas kesehatan bertaraf internasional.
Pramono Anung (Pemprov DKI)