DPR Yakin DSI Bisa Penuhi Target Penerimaan Pajak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 12:40
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Ilustrasi pajak Arsip - Ilustrasi pajak (Arsip Antaranews)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yakin pertumbuhan penerimaan pajak bakal terjaga hingga akhir tahun.

Menurut Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wiyanto, pertumbuhan penerimaan pajak akan didorong oleh kenaikan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), nikel, dan tembaga, serta didukung oleh pengawasan yang dilakukan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) selaku BUMN ekspor.

"Penerimaan dalam hal komoditas ini memang menjadi tulang punggung atau menjadi penerimaan kita. Dan saat ini pemerintah juga sudah melakukan penguatan dengan membentuk DSI, di mana untuk batu bara dan sawit itu semua penerimaan pajaknya melalui Danantara," ujar Wihadi, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia mengatakan, pembentukan DSI memperkuat pengawasan pemerintah atas potensi penerimaan dari sektor komoditas. Melalui DSI, pemerintah bisa menekan kebocoran devisa hasil ekspor (DHE) dan penerimaan negara dari komoditas.

"Kita melihat bahwa outflow itu pasti akan kita tekan dan kita hilangkan dalam masalah resources ini. Tentunya penerimaan ini akan bertambah. Jadi kita yakin bahwa penerimaan-penerimaan dalam resources itu tetap akan menjadi penerimaan yang sustainable," tutur Wihadi.

Diketahui, realisasi penerimaan pajak pada semester I/2026 tercatat mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6% bila dibandingkan dengan capaian pada semester I/2025.

Kendati tumbuh pesat, realisasi dimaksud baru 43,9% dari target penerimaan pajak pada APBN 2026 yang senilai Rp2.357,7 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan pajak pada tahun ini akan mencapai Rp2.310,8 triliun dengan shortfall senilai Rp46,9 triliun. Agar tidak timbul shortfall, pemerintah perlu menjaga pertumbuhan penerimaan pajak pada level 23%.

x|close