Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya penyediaan fasilitas tempat penitipan anak atau daycare yang berkualitas di lingkungan kerja. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia kerja serta menciptakan keseimbangan antara karir dan keluarga.
Menurut Isyana, menyoroti adanya ketimpangan yang cukup signifikan pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) antara laki-laki dan perempuan di Indonesia.
"Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan itu angkanya di sekitar 58%, sementara laki-laki mencapai 84% pada usia produktif. Ada ketimpangan yang cukup jauh," ujar Isyana di kantornya, 8 Juli 2026.
Sejauh ini, salah satu hambatan utama bagi perempuan untuk tetap aktif bekerja adalah keterbatasan akses terhadap pengasuhan anak yang aman dan terpercaya. Oleh karena itu, Isyana sangat mendukung implementasi program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) sebagai solusi nyata di lingkungan perkantoran maupun instansi pemerintah.
Isyana memberikan contoh konkret penerapan fasilitas ini di kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Fasilitas daycare Tamasya yang ada di sana diperuntukkan bagi keluarga besar pegawai agar para ibu dapat bekerja dengan produktif tanpa rasa khawatir.
"Supaya ibu-ibunya yang memang masih memiliki anak juga tetap bisa bekerja dengan tenang, karena mengetahui anaknya mendapatkan pengasuhan yang baik," jelasnya.
Penyediaan daycare ini juga sejalan dengan gerakan yang diinisiasi oleh Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) melalui program Ruang Aman Nyaman Anak (RANA). Isyana menambahkan bahwa isu ini menjadi perhatian serius pemerintah, terlebih menjelang peringatan Hari Anak Nasional.
Lebih lanjut, dalam kerangka Pembangunan Jangka Panjang Daerah (PJPD), pemerintah terus mendorong terciptanya tempat penitipan anak yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh perempuan pekerja. Isyana menekankan bahwa isu pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif dari para ayah.
"Kita ingin agar ayah-ayahnya juga bisa berpartisipasi agar sama-sama memiliki kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan di dunia kerja," tambahnya.
Implementasi daycare di Jakarta, sebagai pusat ekonomi nasional, diharapkan terus berkembang tidak hanya di instansi pemerintah tetapi juga di sektor swasta. Dengan adanya fasilitas daycare yang memadai di gedung-gedung perkantoran Jakarta, diharapkan angka ketimpangan angkatan kerja perempuan dapat ditekan dan kualitas tumbuh kembang anak tetap terjaga meski orang tua bekerja.
"Ini menjadi salah satu perhatian utama sejak kementerian ini dibentuk, bagaimana kita menyediakan lingkungan yang mendukung bagi perempuan-perempuan pekerja kita," pungkas Isyana.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Isyana Bagoes Oka (NTVNews)