Di Manokwari, 10 Anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke Pangkuan NKRI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jun 2026, 07:31
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Sebanyak 10 orang yang disebut sebagai anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengikuti prosesi ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa) Sebanyak 10 orang yang disebut sebagai anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengikuti prosesi ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa)

Ntvnews.id, Manokwari -  Sebanyak 10 orang yang disebut sebagai anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengikuti prosesi ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto.

Prosesi ikrar setia turut disaksikan oleh keluarga peserta, tokoh adat, tokoh agama, unsur pemerintah distrik, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, para peserta menyatakan kesetiaan kepada NKRI sekaligus menyerahkan atribut yang selama ini mereka gunakan kepada Letjen TNI Lucky Avianto sebagai simbol kembalinya mereka ke tengah masyarakat.

Sejumlah peserta mengaku memutuskan meninggalkan kelompok bersenjata karena tidak lagi sejalan dengan berbagai tindakan yang terjadi di dalam kelompok tersebut.

Sebanyak 10 orang yang disebut sebagai anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengikuti prosesi ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa) Sebanyak 10 orang yang disebut sebagai anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengikuti prosesi ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa)

Pernyataan itu disampaikan secara langsung dalam kegiatan yang difasilitasi oleh aparat keamanan.

Dalam sambutannya, Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan pendekatan pemerintah di Papua tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pembangunan infrastruktur terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Mari kita bergandengan tangan, menyatukan hati dan tekad, membangun Papua dengan kasih, dengan kejujuran, dan dengan semangat gotong royong. Dari tanah bersejarah Manokwari, tempat awal masuknya peradaban di Tanah Papua, kita teguhkan komitmen untuk menjaga kedamaian, merawat persatuan, dan mewariskan harapan bagi generasi Papua di masa depan," ujar Lucky.

Sebanyak 10 orang yang disebut sebagai anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengikuti prosesi ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa) Sebanyak 10 orang yang disebut sebagai anggota aktif TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengikuti prosesi ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa)

Dia menambahkan, stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua.

Karena itu, pemerintah bersama aparat keamanan akan terus berupaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan secara optimal.

"Ini bukan sekadar sebuah ucapan, melainkan langkah berani untuk membuka lembaran baru demi masa depan Papua yang lebih damai, maju, dan sejahtera. Hari ini kita membuktikan bahwa persaudaraan, cinta tanah air, dan harapan akan masa depan yang lebih baik selalu lebih kuat daripada perpecahan dan permusuhan," kata Lucky.

Kegiatan ikrar setia tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong rekonsiliasi serta memperkuat integrasi sosial di Papua.

Pemerintah juga membuka ruang bagi anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke tengah masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan kehidupan sosial di daerah.

x|close