Ntvnews.id, Sidoarjo - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan bahwa proses pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dan kini telah melampaui 50 persen.
Saat meninjau lokasi pembangunan pada Rabu, 24 Juni 2026, Agus menyampaikan bahwa proyek tersebut ditargetkan dapat selesai dalam beberapa bulan mendatang.
"Saat ini yang progres pembangunan sudah lebih dari 50 persen, di beberapa bulan ke depan ini bisa dituntaskan," kata Agus saat meninjau pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan kembali kompleks pesantren difokuskan pada tiga fasilitas utama. Fasilitas tersebut meliputi asrama santri yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 830 hingga 850 penghuni, masjid empat lantai dengan kapasitas sekitar 1.200 jamaah, serta gedung pendidikan yang dilengkapi sembilan ruang kelas.
Baca Juga: Pemerintah Renovasi 1.397 Madrasah Lewat Program PHTC, Anggaran Capai Rp4 Triliun
Menurut Agus, seluruh bangunan dirancang dalam satu kawasan yang saling terhubung dan terintegrasi. Perencanaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan standar keselamatan yang telah dikaji secara detail oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana dan konsultan teknis.
Pemerintah, kata dia, menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan kembali fasilitas pendidikan tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai respons atas insiden ambruknya gedung musala di lingkungan Ponpes Al Khoziny pada 29 September 2025 yang menyebabkan 67 santri meninggal dunia.
Selain pembangunan gedung utama, berbagai sarana pendukung juga turut dipersiapkan. Fasilitas sanitasi dan sistem penyediaan air bersih menjadi bagian dari proyek untuk mendukung kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar para santri.
Baca Juga: AHY: Sebanyak 127 Madrasah di Jawa Barat Direhabilitasi dan Direnovasi
Agus berharap pembangunan kembali pesantren tersebut dapat memperkuat proses pendidikan dan pembinaan karakter santri, sekaligus melahirkan generasi muda yang memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
"Anggaran untuk pembangunan kembali pondok pesantren ini kurang lebih Rp122 miliar, sementara anggaran untuk renovasi sekitar 1.400 madrasah di seluruh Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun," katanya.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu, 24 Juni 2026. Agus menyatakan progres pembangunan kembali tersebut telah mencapai lebih dari 50 persen dengan nilai total anggaran sebesar Rp122 miliar. (Antara)