AHY: Sebanyak 127 Madrasah di Jawa Barat Direhabilitasi dan Direnovasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 16:17
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kedua kiri) saat meninjau sekolah yang sedang direnovasi dan direhabilitasi di Kota Bogor, Jawa Barat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kedua kiri) saat meninjau sekolah yang sedang direnovasi dan direhabilitasi di Kota Bogor, Jawa Barat. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan program rehabilitasi dan renovasi terhadap 127 madrasah di Jawa Barat guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.

Saat meninjau Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di MTsN Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Juni 2026, AHY mengatakan progres pembangunan di sekolah tersebut hampir selesai dan segera dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa maupun tenaga pengajar.

"Tadi saya mendapatkan penjelasan bahwa progres rehabilitasi dan renovasi madrasah ini (MTSN Kota Bogor) sekitar 95 persen, jadi sebentar lagi tuntas," kata Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY.

Menurut AHY, program PHTC Madrasah di Jawa Barat mencakup 127 satuan pendidikan yang tersebar mulai dari jenjang madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah.

Ia menjelaskan bahwa upaya perbaikan sarana pendidikan tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak sehingga peserta didik dapat menjalani kegiatan pendidikan dengan aman dan nyaman.

"Ini satu dari sekian banyak madrasah tsanawiyah yang juga direnovasi. Di Provinsi Jawa Barat saja ada 127 madrasah," ujar dia.

Berdasarkan data yang disampaikan, rehabilitasi dan renovasi MTsN Kota Bogor menelan anggaran sekitar Rp5,5 miliar. Dana tersebut terdiri atas biaya pekerjaan konstruksi sebesar Rp4,09 miliar dan pengadaan mebel senilai Rp1,45 miliar.

Pekerjaan konstruksi meliputi penggantian rangka bangunan, atap, pintu dan jendela, pengecatan, serta sejumlah perbaikan fasilitas lainnya. Sementara itu, seluruh perabot kelas seperti meja dan kursi diganti dengan yang baru untuk menunjang kenyamanan belajar.

AHY berharap perbaikan fasilitas pendidikan tersebut dapat memberikan semangat baru bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

"Mudah-mudahan renovasi dan rehabilitasi bisa menambah semangat," katanya menambahkan.

(Sumber: Antara)

x|close