Ntvnews.id, Washington D.C - Perjalanan menuju Stadion MetLife di New Jersey, Amerika Serikat, untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 menuai banyak keluhan dari para suporter.
Salah satu laga yang menjadi sorotan adalah pertandingan antara Prancis dan Senegal, di mana penonton harus menghadapi biaya transportasi yang tinggi serta akses menuju stadion yang dinilai kurang praktis.
Bagi suporter yang menggunakan layanan kereta NJ Transit, mereka diwajibkan membeli tiket pulang-pergi seharga USD 98 atau sekitar Rp1,7 juta. Tarif khusus yang diberlakukan selama ajang Piala Dunia 2026 tersebut memicu protes karena jauh lebih mahal dibandingkan harga normal.
"Biayanya sangat mahal dibandingkan yang biasanya harus dibayar untuk menyeberang ke sana," kata suporter Prancis, Sayo Ajagbe, dilansir dari New York Post, Jumat, 19 Juni 2026.
Ajagbe mengaku pilihan transportasi menuju stadion sangat terbatas sehingga dirinya tidak memiliki banyak alternatif.
"Tidak ada banyak cara untuk ke sana. Kalau bukan karena kemacetan dan waktu tempuh yang mungkin lebih lama, saya mungkin sudah naik Uber," lanjutnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Akshay Anil, salah satu penonton yang menghabiskan sekitar USD 800 atau Rp14 juta untuk membeli tiket pertandingan. Menurutnya, kenaikan tarif masih dapat diterima jika wajar, tetapi harga yang ditetapkan saat ini dianggap berlebihan.
Baca Juga: Coca-Cola Hadirkan Semarak Piala Dunia 2026 Lewat Kemasan Edisi Khusus
"Kalau tarifnya sedikit lebih mahal, tidak masalah. Tapi USD 98 terlalu mahal. Itu sekitar delapan kali lipat dari harga normal," ucapnya.
Tarif khusus tersebut diterapkan Pemerintah New Jersey untuk delapan pertandingan Piala Dunia yang berlangsung di Stadion MetLife sepanjang Juni hingga Juli. Kebijakan itu bahkan telah menuai kritik sejak sebelum turnamen dimulai.
Tak hanya pengguna transportasi umum, para penonton yang datang menggunakan kendaraan pribadi juga menghadapi kendala. Anthony DeLuca, misalnya, harus mengeluarkan biaya parkir sekitar USD 225 atau Rp3,9 juta dan tetap harus berjalan hampir setengah jam dari area parkir menuju pintu masuk stadion.
"Saya membayar hampir USD 300 untuk parkir dan tetap harus berjalan sangat jauh. Saya paham ada pertimbangan keamanan dan secara umum semuanya berjalan tertib, tapi saya punya masalah pada punggung, jadi berjalan sejauh itu cukup melelahkan, bahkan sebelum masuk stadion," keluh Anthony.
Upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 sebelum pertandingan pembuka Grup A Babak Pertama Piala Dunia antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca (Stadion Meksiko) di Kota Meksiko, Meksiko pada 11 Juni 2026. (Antara)
Sementara itu, wisatawan asal Prancis, Elodie Martin, mengaku sempat kesulitan menemukan akses menuju stadion akibat banyaknya jalur pengalihan dan pembatas yang dipasang di sekitar lokasi.
"Setiap kali kami merasa sudah sampai, ternyata masih harus berbelok lagi. Begitu melihat kerumunan suporter dan jersey dari berbagai negara, semua itu memang terlupakan," ungkap Martin.
"Namun kalau ditanya apakah prosesnya lancar, jawabannya tidak juga. Untuk acara sebesar Piala Dunia, saya berharap aksesnya lebih mudah," tambah Martin.
Sebagian suporter memilih menggunakan taksi dari Manhattan sebagai alternatif. Namun, biaya perjalanan juga tidak murah. Sejumlah pengemudi diketahui mematok tarif hingga USD 120 atau sekitar Rp2,1 juta untuk satu kali perjalanan. Kondisi tersebut membuat banyak penonton memilih berbagi kendaraan dengan sesama suporter demi menghemat biaya.
Baca Juga: Pemain Jerman Temukan Ular Berbisa di Kamp Latihan Piala Dunia 2026
Permasalahan transportasi diperkirakan tidak hanya terjadi saat menuju stadion, tetapi juga setelah pertandingan berakhir. Pada laga sebelumnya di Stadion MetLife, ribuan suporter dilaporkan harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan layanan Uber atau Lyft akibat tingginya permintaan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan pemerintah telah menyediakan layanan bus dari Manhattan sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan kereta.
"Kami berharap perjalanan menuju stadion menjadi lebih mudah. Yang lebih kami khawatirkan justru perjalanan pulang. Kami ingin memastikan semua orang mendapatkan pengalaman yang lebih baik," kata Hochul.
Meski menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026, tantangan terkait biaya dan akses transportasi ke Stadion MetLife masih menjadi perhatian besar bagi para suporter yang datang dari berbagai negara.
Upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 sebelum pertandingan pembuka Grup A Babak Pertama Piala Dunia antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca (Stadion Meksiko) di Kota Meksiko, Meksiko pada 11 Juni 2026. (Antara)