Prancis Tahan Kapal Tanker Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi (Antara)

Ntvnews.id, Paris - Pemerintah Prancis kembali mengambil tindakan terhadap kapal yang diduga terafiliasi dengan Rusia dengan menahan sebuah kapal tanker minyak di kawasan Samudra Atlantik. Langkah tersebut disebut mendapat dukungan dari Inggris.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan bahwa kapal tanker bernama Tagor itu berasal dari Rusia dan termasuk dalam kategori kapal yang dikenai sanksi internasional. Kapal tersebut diketahui beroperasi di perairan internasional ketika dilakukan pencegatan.

"Tidak dapat diterima bagi kapal untuk menghindari sanksi internasional, melanggar hukum laut, dan mendanai perang yang telah dilancarkan Rusia terhadap Ukraina selama lebih dari 4 tahun," kata Macron, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 2 Juni 2026.

Penahanan kapal ini menambah daftar tindakan yang dilakukan Prancis terhadap kapal-kapal yang diduga menjadi bagian dari jaringan pelayaran Rusia yang berupaya menghindari sanksi internasional. Sejak September lalu, otoritas Prancis telah menyita tiga kapal lain yang diyakini terkait dengan apa yang disebut sebagai "armada bayangan" Rusia.

Baca Juga: AS Tembaki Kapal Tanker Berbendera Iran di Teluk Oman

Meski demikian, ketiga kapal tersebut pada akhirnya diperbolehkan kembali beroperasi setelah para pemiliknya membayar denda yang dijatuhkan oleh pihak berwenang.

Istilah "armada bayangan" merujuk pada jaringan kapal yang diduga digunakan untuk mengangkut minyak dan komoditas Rusia dengan cara menghindari pembatasan internasional. Salah satu metode yang kerap digunakan adalah mengganti identitas atau bendera kapal secara berkala guna mengaburkan pelacakan oleh otoritas maritim internasional.

Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022, sejumlah negara Barat telah memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran yang diduga membantu ekspor energi Rusia di luar mekanisme sanksi.

Ilustrasi - Kapal tanker Iran. ANTARA/Anadolu Agency/py/pri. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Kapal tanker Iran. ANTARA/Anadolu Agency/py/pri. (Antara)

Ratusan kapal yang dicurigai menjadi bagian dari armada tersebut telah masuk dalam daftar sanksi negara-negara Barat. Uni Eropa sendiri telah menjatuhkan sanksi terhadap hampir 600 kapal yang diduga terkait dengan jaringan "armada bayangan" Rusia.

Langkah terbaru Prancis menunjukkan meningkatnya upaya negara-negara Eropa untuk menegakkan sanksi terhadap Rusia dan membatasi sumber pendanaan yang dinilai berkontribusi terhadap keberlanjutan konflik di Ukraina. Penahanan kapal Tagor juga menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap jalur pelayaran internasional akan terus diperketat di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

x|close