Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Paris, Prancis, guna memenuhi undangan kenegaraan (state visit). Kunjungan bertepatan dengan perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Menurut Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, kunjungan Prabowo dinilai krusial memperkuat kemitraan strategis Indonesia di kancah global. Itu sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat soal keberangkatan Prabowo ke Paris di Hari Raya Iduladha.
Fadli menjelaskan, hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada dalam posisi yang sangat baik dan saling menguntungkan. Menurut dia, kunjungan Presiden Prabowo merupakan agenda kenegaraan yang telah direncanakan sejak jauh hari.
"Saya kira hubungan ekonomi kita sedang baik dan saling menguntungkan. Hubungan yang sangat bagus di berbagai bidang. Strategic partnership kita dengan negara-negara saya kira sangat baik," ujar Fadli Zon usai salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Fadli memandang, semangat Iduladha tahun ini sangat relevan dengan situasi geopolitik dunia yang penuh tantangan. Dirinya berharap kunjungan ini dapat memperkuat solidaritas sosial dan semangat pengorbanan untuk tujuan cita-cita bersama.
"Presiden melaksanakan salat Iduladha di Prancis. Artinya kita bisa di mana saja, yang penting semangat pengorbanan untuk tujuan bangsa bisa kita wujudkan," jelas dia.
Sementara, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan pelaksanaan salat Iduladha Presiden Prabowo di Paris telah dipersiapkan dengan matang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat.
Ia pun memastikan, kendati berada di luar negeri, Prabowo tetap memantau perkembangan perayaan Iduladha di Tanah Air.
"Bapak Presiden menjalankan tugas kenegaraan di Paris. Saya yakin KBRI sudah mempersiapkan. Beliau juga tetap mengikuti perkembangan perayaan Idul Adha di Masjid Istiqlal dari Prancis," tandasnya.
Ratusan warga negara Indonesia (WNI) sambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias (Sekretariat Presiden)