Hotman Paris Spill Ditelepon Prabowo, Bahas Kasus Nadiem Makarim

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 21:26
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Hotman Paris Hotman Paris (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengungkap dirinya baru saja menerima panggilan telepon dari Presiden RI Prabowo Subianto

 Selasa malam, 19 Mei 2026 untuk membahas kasus korupsi Chromebook yang menjerat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Hal tersebut disampaikan Hotman melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan panggilan itu diterimanya pada malam hari saat hendak beristirahat.

“Tepat jam 8 malam pada saat mau tidur tiba-tiba telepon saya berdering, dari Istana, ajudan Presiden. Kemudian saya disambungkan dengan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Hotman.

Menurut Hotman, Prabowo mengawali percakapan dengan sapaan hangat kepadanya. Hotman kemudian menilai Prabowo memiliki perhatian besar terhadap penegakan hukum dan keadilan dalam kasus tersebut.

“Tapi ternyata Presiden itu mau mencari keadilan, benar-benar ingin keadilan tercipta. Pak Presiden menanyakan bagaimana pendapat Pak Hotman tentang kasus Nadiem, apa dia bersalah atau tidak," ungkap Hotman.

Ia mengaku telah menyampaikan pandangannya kepada Prabowo karena saat di awal kasus, ia sempat menjadi pengacara Nadiem dan ikut menganalisis kasus tersebut berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Meski begitu, Hotman menegaskan dirinya tidak bisa mengungkap secara lengkap isi percakapannya dengan Prabowo ke publik karena bersifat rahasia. Tapi ada satu hal yang ia sampaikan kepada Prabowo.

Dalam penjelasannya, Hotman menyinggung vonis terhadap salah satu asisten Nadiem bernama Ibrahim Arief atau Ibam yang menurutnya dapat memengaruhi arah putusan terhadap Nadiem.

“Saya bilang begini, salah satu asisten dari Nadiem, yaitu Ibam telah divonis bersalah. Tentu vonisnya itu kemungkinan besar dikaitkan bahwa asisten bekerja sama dengan siapa? Kalau majelis itu sudah memvonis asistennya, kemungkinan besar dia terikat pada putusannya, maka bosnya pun juga akan divonis. Itu saya kasih logika. Saya belum membaca putusannya Ibam, tapi kemungkinan besar asisten itu divonis membantu atau bersama-sama bosnya," jelasnya.

Hotman juga memperkirakan majelis hakim akan konsisten dengan putusan sebelumnya terkait kasus tersebut.

“Yang paling mungkin terjadi adalah majelis hakim akan konsisten dengan putusannya seperti yang dilakukan terhadap Ibam," tambahnya.

Meski begitu, Hotman menyebut bahwa ia tak bisa mengungkapkan ke publik soal apakah ia menilai Nadiem bersalah atau tidak. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dr. Hotman Paris SH M.Hum (@hotmanparisofficial)

x|close