Indonesia dan 9 Negara Kecam Serangan Israel ke Global Sumud Flotilla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 12:32
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Kapal-kapal Global Sumud Flotilla, yang mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, 26 April 2026. (ANTARA/Barış Seçkin/Anadolu Agency/pri.) Arsip - Kapal-kapal Global Sumud Flotilla, yang mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, 26 April 2026. (ANTARA/Barış Seçkin/Anadolu Agency/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia bersama sembilan negara lainnya menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Israel yang menargetkan Global Sumud Flotilla, armada kapal misi kemanusiaan sipil yang membawa bantuan sekaligus menyoroti kondisi kemanusiaan di Palestina.

Menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa, 19 Mei 2026, pernyataan bersama tersebut disampaikan oleh para menteri luar negeri dari Turkiye, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.

“Kami mengecam berlanjutnya tindakan permusuhan yang menargetkan kapal-kapal sipil dan aktivis kemanusiaan. Serangan-serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” demikian pernyataan bersama tersebut.

Baca Juga: RI Kecam Pencegatan Global Sumud Flotilla, Desak Israel Lepaskan Seluruh Kapal dan Awak

Para menteri luar negeri juga menyampaikan keprihatinan serius atas keselamatan para peserta sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Selain itu, mereka mendesak pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan serta menuntut adanya penghormatan penuh terhadap hak dan martabat para peserta misi.

Baca Juga: Republika Kecam Intersepsi Israel terhadap Kapal Global Sumud Flotilla, Soroti Keselamatan 2 Jurnalisnya

Pernyataan bersama itu juga menyoroti bahwa serangan berulang terhadap inisiatif kemanusiaan damai menunjukkan adanya pengabaian terhadap hukum internasional serta prinsip kebebasan navigasi.

Lebih lanjut, para menteri menyerukan agar komunitas internasional mengambil tanggung jawab hukum dan moral untuk melindungi warga sipil serta misi kemanusiaan di wilayah konflik.

Negara-negara tersebut juga meminta adanya langkah konkret untuk mengakhiri impunitas serta memastikan pertanggungjawaban atas berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi.

(Sumber: Antara)

x|close