Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Permintaan Pemimpin Negara Teluk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa keputusan menunda serangan terhadap Iran diambil setelah adanya permintaan dari sejumlah pemimpin negara Teluk, yakni Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Serangan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa itu ditunda setelah para pemimpin kawasan disebut tengah menjalankan negosiasi serius terkait Iran.

Dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 19 Mei 2026, Trump menyatakan pembicaraan yang dilakukan negara-negara Teluk berpotensi menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh Amerika Serikat maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah.

"Bahwa negosiasi serius sedang berlangsung, dan bahwa, menurut pendapat mereka, sebagai Pemimpin dan Sekutu yang Hebat, sebuah Kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua Negara di Timur Tengah, dan sekitarnya," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

Baca Juga: Trump Ungkap Pembicaraan Soal Taiwan saat Bertemu Xi Jinping di Beijing

"Kesepakatan ini akan mencakup, yang terpenting, TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!" tambahnya.

Trump juga menegaskan dirinya telah memerintahkan jajaran pertahanan AS untuk membatalkan serangan terjadwal terhadap Iran pada Selasa ini. Meski demikian, ia memastikan militer tetap dalam kondisi siap siaga apabila kesepakatan gagal dicapai.

"Berdasarkan rasa hormat saya kepada para Pemimpin yang disebutkan di atas, saya telah menginstruksikan Menteri Perang, Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Daniel Caine, dan Militer Amerika Serikat, bahwa kita TIDAK akan melakukan serangan terjadwal ke Iran besok (Selasa, red), tetapi telah menginstruksikan mereka lebih lanjut untuk bersiap melakukan serangan skala besar ke Iran, kapan saja, jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai," kata dia.

x|close