Polisi Meninggal saat Lawan Begal, Nasir Djamil DPR: Aparat Juga Harus Terlindungi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 18:23
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menyoroti meninggalnya Bripka Arya Supena saat bertugas melawan begal. Ia meminta institusi Polri memastikan perlindungan maksimal bagi personel di lapangan, terutama ketika menghadapi pelaku kejahatan bersenjata api.

Menurut Nasir, aparat penegak hukum memiliki kewajiban untuk menindak para pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat. Namun di sisi lain, negara juga harus menjamin keselamatan anggota kepolisian yang bertugas.

“Pada prinsipnya aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian wajib menindak pelaku-pelaku kejahatan yang mengancam dan meresahkan masyarakat. Tapi kami juga berharap institusi kepolisian memastikan aparat yang menjalankan tugas dibekali perlindungan yang memadai agar tidak menjadi korban,” kata Nasir kepada wartawan, Rabu 13 Mei 2026.

Ia menyinggung kasus yang dialami Bripka Anumerta Arya Supena yang tertembak saat berupaya menindak begal. Peristiwa itu, kata dia, menjadi perhatian serius karena dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Bagaimana polisi bisa melindungi masyarakat kalau mereka sendiri tidak bisa melindungi dirinya. Itu yang sangat kita sayangkan,” ujarnya.

Baca Juga: DPR Tak Mau Negara Kalah sama Begal!

Nasir juga mengingatkan kasus serupa pernah terjadi di Lampung ketika seorang kapolsek ditembak saat menjalankan tugas. Karena itu, perlindungan terhadap aparat kepolisian dinilai tidak bisa ditawar lagi.

Ia mengatakan Komisi III DPR RI akan menyoroti alokasi anggaran Polri dalam pembahasan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga pada masa sidang kali ini. Salah satu fokusnya adalah memastikan adanya dukungan anggaran untuk perlindungan dan peningkatan kemampuan personel.

“Nanti akan kami lihat seberapa besar alokasi anggaran yang disiapkan untuk melindungi anggota polisi yang menjalankan tugasnya, sehingga mereka benar-benar terlindungi. Ketika mereka bertugas, istri dan anaknya tidak cemas,” tuturnya.

Selain itu, Nasir menilai perlindungan terhadap aparat juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Baca Juga: Sahroni Minta Polisi Tak Ragu Tembak Begal: Jangan Lembek!

“Kalau mereka tidak dilindungi, itu bukan hanya menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, tapi juga ketidakpercayaan terhadap polisi yang berusaha melindungi masyarakat,” katanya.

Terkait hak anggota kepolisian yang gugur saat bertugas, Nasir menyebut selama ini pemerintah dan institusi Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa serta santunan kepada keluarga korban. Namun menurutnya, langkah pencegahan tetap harus menjadi prioritas utama.

“Biasanya ada kenaikan pangkat luar biasa dan santunan bagi keluarga. Tapi itu sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan. Karena itu pencegahan dan perlindungan terhadap anggota yang bertugas harus diprioritaskan,” ujarnya.

x|close