Review Ready or Not 2: Here I Come, Sekuel Horor Komedi yang Lebih Brutal dan Memuaskan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 09:28
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Film Ready or Not 2: Here I Come Film Ready or Not 2: Here I Come (IMDb)

Ntvnews.id, Jakarta - Film Ready or Not 2: Here I Come hadir sebagai kelanjutan yang tidak hanya memperpanjang cerita, tetapi juga memperluas dunia yang sudah dibangun sejak film pertamanya. Setelah tujuh tahun sejak rilisan awalnya menjadi favorit kultus, sekuel ini tampil dengan pendekatan yang lebih berani, menghadirkan eksplorasi tentang kekayaan, kekuasaan, dan bertahan hidup dalam skala yang jauh lebih besar tanpa terasa mengulang formula lama.

Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 April 2026, film produksi Searchlight Pictures ini kembali digarap oleh duo sutradara Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, dengan naskah dari Guy Busick serta R. Christopher Murphy. Tim kreatif yang sama ini berhasil menjaga kesinambungan cerita sekaligus memberikan nuansa baru yang terasa segar.

Dari sisi cerita, film ini melanjutkan kisah Grace MacCaullay yang kembali diperankan oleh Samara Weaving. Setelah selamat dari permainan mematikan yang menewaskan keluarga suaminya, Grace kini harus menghadapi konsekuensi dari kemenangannya. Ia menjadi target baru dalam permainan yang melibatkan keluarga-keluarga paling berpengaruh di dunia, yang dipaksa membunuhnya demi mempertahankan kekuasaan mereka.

Baca Juga: Sinopsis Ready or Not 2: Here I Come, Teror Baru Grace dalam Permainan Mematikan yang Lebih Brutal

Konflik semakin memuncak ketika adik Grace, Faith, yang diperankan Kathryn Newton, ikut diburu. Empat keluarga dewan yang sangat kuat memburu mereka tanpa henti, memaksa Grace untuk kembali bertahan hidup sambil melindungi satu-satunya keluarga yang tersisa. Dalam situasi ini, Grace juga memiliki peluang untuk merebut High Seat, posisi tertinggi yang mengendalikan kekuasaan global, sebuah pertaruhan hidup dan mati dengan konsekuensi absolut.

Dari sisi teknis, penyutradaraan Gillett dan Bettinelli-Olpin menjaga ritme film tetap ketat. Ketegangan nyaris tidak pernah benar-benar mereda, membuat penonton terus berada di ujung kursi. Sinematografinya memanfaatkan berbagai latar secara maksimal, mulai dari ruang gelap bercahaya lilin, hutan lebat, hingga bangunan megah yang memancarkan kemewahan. Kombinasi ini memperkuat atmosfer horor sekaligus menegaskan kontras dunia elite yang kejam.

Penggunaan efek praktis serta adegan pembunuhan yang kreatif mendorong elemen horor ke tingkat yang lebih tinggi dibanding film pertama. Menariknya, film ini tetap mempertahankan keseimbangan antara momen mengejutkan dan komedi absurd, yang dalam banyak kesempatan berhasil tepat sasaran dan menghibur.

Baca Juga: Inara Rusli Diduga Sindir Wardatina Mawa Sibuk Ngartis

Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada penampilan Samara Weaving di bagian klimaks. Penampilannya dalam adegan final yang penuh kekacauan menjadi penutup yang intens sekaligus memuaskan, menghadirkan rasa lega bagi penonton ketika karakter utama yang berani, tangguh, dan tetap jenaka berhasil melewati semua teror.

Selain dua pemeran utama, film ini juga diperkuat oleh kehadiran Sarah Michelle Gellar, Elijah Wood, David Cronenberg, dan Shawn Hatosy yang menambah warna dalam cerita.

Dari sisi penerimaan, film ini mendapatkan respons positif. Di Rotten Tomatoes, 74 persen dari 209 ulasan kritikus memberikan penilaian baik. Sementara penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberikan nilai B+, menunjukkan apresiasi yang cukup kuat dari audiens.

Secara keseluruhan, Ready or Not 2: Here I Come berhasil memenuhi ekspektasi sebagai sekuel. Film ini tidak hanya layak mendapat pujian, tetapi juga menjadi tontonan yang wajib dialami langsung di bioskop, terutama bagi penggemar horor komedi yang mencari pengalaman menegangkan sekaligus menghibur.

x|close