Buffon Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2026, 09:37
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Federasi Sepak bola IIalia Gabriele Gravina (kiri) berfoto bersama dengan ketua delegasi Gianluigi Buffon usai konferensi pers, di FIGC Coverciano Technical Centre, Coverciano, Italia, Senin (4/9/2023). ANTARA FOTO/Jennifer Lorenzini Arsip - Presiden Federasi Sepak bola IIalia Gabriele Gravina (kiri) berfoto bersama dengan ketua delegasi Gianluigi Buffon usai konferensi pers, di FIGC Coverciano Technical Centre, Coverciano, Italia, Senin (4/9/2023). ANTARA FOTO/Jennifer Lorenzini (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Keputusan besar datang dari legenda sepak bola Italia, Gianluigi Buffon, yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Delegasi Tim Nasional Italia. Langkah ini diambil tak lama setelah kegagalan Gli Azzurri melaju ke Piala Dunia 2026

, menandai pukulan telak bagi karier administratif Buffon yang baru dimulai sejak 2023.

Kekecewaan Italia mencapai puncaknya usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui drama adu penalti dengan skor 1-4 di final play-off. Pertandingan tersebut sebelumnya berakhir imbang 1-1 selama 120 menit, sebelum akhirnya ditentukan lewat babak tos-tosan yang memastikan kegagalan Italia mengamankan tiket ke turnamen sepak bola terbesar dunia.

Hasil ini memperpanjang catatan buruk Italia yang kini tiga edisi berturut-turut absen dari Piala Dunia. Setelah tidak tampil pada edisi 2018 dan 2022, kegagalan terbaru ini semakin menegaskan krisis yang tengah melanda tim berjuluk Gli Azzurri. Padahal, Italia dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola global dengan koleksi empat trofi Piala Dunia.

Baca Juga: Semeru Empat Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 1.200 Meter

Terakhir kali Italia tampil di panggung Piala Dunia terjadi pada 2014. Sejak saat itu, performa tim nasional terus menurun hingga gagal menembus kualifikasi dalam tiga kesempatan beruntun, sebuah kenyataan pahit bagi negara dengan sejarah sepak bola yang begitu gemilang.

Dampak dari kegagalan ini tidak hanya dirasakan di lapangan, tetapi juga mengguncang struktur kepemimpinan sepak bola Italia. Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, lebih dulu mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil buruk tersebut.

Tak lama berselang, Buffon pun mengikuti langkah tersebut. Ia memilih mundur dari posisi Ketua Delegasi yang telah diembannya sejak musim panas 2023. Keputusan ini diumumkan langsung melalui akun Instagram pribadinya, memperlihatkan sisi emosional dari sosok yang selama ini dikenal tangguh di bawah mistar gawang.

"Mengundurkan diri tepat setelah pertandingan melawan Bosnia berakhir adalah tindakan mendesak, tindakan yang datang dari lubuk hati saya. Sespontan air mata yang mengalir di hati saya, dan yang saya tahu saya rasakan bersama kalian semua," ungkap Buffon dalam unggahannya.

Baca Juga: Viral Pegawai RS Aceh Joget Saat Operasi, Manajemen Lapor BKPSDM

Meski sempat ingin segera mundur usai pertandingan, Buffon mengaku menahan diri untuk memberikan waktu refleksi bagi semua pihak. Ia baru mengambil keputusan setelah Gravina resmi melepas jabatannya.

"Saya diminta untuk menunda sampai semua orang punya waktu untuk merenung. Sekarang setelah Presiden Gravina memilih untuk mundur, saya merasa bebas untuk melakukan apa yang saya rasa sebagai tindakan yang bertanggung jawab. Terlepas dari keyakinan tulus saya bahwa saya telah membangun begitu banyak hal dalam hal semangat tim bersama Rino Gattuso dan semua kolaborator saya dalam waktu yang sangat singkat yang ada untuk tim nasional. Tujuan utamanya adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia dan kami tidak berhasil," lanjutnya.

Pengunduran diri Buffon menjadi simbol kekecewaan mendalam sekaligus tanggung jawab moral atas kegagalan besar tim nasional. Sosok yang pernah menjadi benteng terakhir Italia di era kejayaan kini harus menutup babak barunya dengan akhir yang pahit, namun penuh integritas.

x|close