Berdoa dengan Surat Al-Baqarah 186, Doa Mustajab saat Berpuasa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 22:18
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi masjid Ilustrasi masjid (Freepik/ Sketchepedia)

Ntvnews.id, Jakarta - Menyambut bulan suci Ramadhan, Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) menggelar khataman Al-Qur’an dan doa bersama di Alhamd Carpet, Radio Dalam, Jakarta, yang merupakan kediaman H. Malik Mahboob Ahmad, Kamis, 11 Februari 2026.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari ikhtiar spiritual menjelang Ramadhan. Ketua Umum FOKUS, Ustazah Bahijah Hamid yang juga memimpin Majelis Ta'lim Daruttaqwa, menekankan pentingnya memperbanyak doa, termasuk doa untuk bangsa dan negara agar Indonesia semakin adil, makmur, dan penuh keberkahan.

Dalam kesempatan itu, mereka turut memanjatkan doa bagi Presiden RI Prabowo Subianto, masyarakat Indonesia, serta terciptanya perdamaian dunia.

“Sebagai warga negara, kita memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk mendoakan pemerintah, Bapak Presiden, bangsa, dan negara,” ujar Ustazah Bahijah Hamid.

Doa juga dipanjatkan untuk warga yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara (Medan), Sumatera Barat (Padang), Jawa Barat, dan wilayah lainnya.

“Mudah-mudahan keluarga kita, saudara kita yang terkena musibah akan diberikan pertolongan oleh Allah SWT. Dan apa yang sudah kita lakukan menjadi amal sholeh yang diterima oleh Allah SWT,” demikian disampaikan dalam rangkaian doa.

Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) menggelar khataman Al-Qur&rsquo;an dan doa bersama. <b>(Istimewa)</b> Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) menggelar khataman Al-Qur’an dan doa bersama. (Istimewa)

Ramadhan sebagai Waktu Mustajab

Pada kesempatan yang sama, H. Malik Mahboob Ahmad mengajak para ulama, tokoh agama, pengurus masjid, serta majelis taklim untuk terus mendoakan pemimpin dan bangsa.

“Mengimbau kepada seluruh tokoh pemuka-pemuka agama, pimpinan-pimpinan majlis taklim untuk selalu mendoakan Bapak Presiden kita. Karena ini menjadi satu kewajiban sebagai rakyat untuk mendoakan pimpinannya.” ujar Malik.

Ia menyoroti empat poin utama dari kegiatan tersebut, yakni:

  1. Khatmul Qur’an Jadi Doa untuk Presiden dan Bangsa
    Mendoakan Presiden Prabowo Subianto (Hafidzahullāh), bangsa Indonesia, serta perdamaian dunia.

  2. Ajak Seluruh Rakyat Ikut Mendoakan
    Mengajak masyarakat Indonesia lintas daerah, suku, dan agama untuk turut mendoakan pemimpin dan negara sesuai keyakinan masing-masing.

  3. Doa sebagai Kewajiban Moral dan Spiritual
    Menegaskan bahwa mendoakan pemimpin dan negara merupakan tanggung jawab moral dan spiritual yang berdampak positif bagi kehidupan berbangsa.

  4. Seruan Doa Bersama Secara Nasional
    Mengusulkan penyelenggaraan doa bersama, munajat, istighotsah, dzikir, dan istighfar di seluruh provinsi, baik di tempat ibadah, lembaga pendidikan, maupun kantor pemerintahan dan swasta.

Selain itu, Malik juga menyampaikan gagasan khusus.

“Mengusulkan perjalanan spiritual kenegaraan, gagasan perjalanan ke Tanah Suci (Mekkah dan Madinah) bersama Presiden, jajaran pemerintah, ulama, akademisi, serta keluarga mantan Presiden dan Wakil Presiden untuk doa khusus bagi Indonesia dan perdamaian dunia,” tukas Malik.

Dalil Doa dalam Al-Qur’an

Ustazah Bahijah turut mengingatkan tentang Surat Al-Baqarah ayat 186 yang berada di antara ayat-ayat puasa, sebagai penegasan bahwa Ramadhan merupakan waktu mustajab untuk berdoa bagi diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ۝١٨٦

Latin:
Wa idzā sa'alaka 'ibādī 'annī fa-innī qarīb(un), ujību da'watad-dā'i idzā da'ān(i), falyastajībū lī walyu'minū bī la'allahum yarsyudūn(a).

Terjemahan:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."

Selain itu, doa juga dikaitkan dengan Surat An-Naml ayat 62:

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ

Latin:
Am may yujîbul-mudltharra idzâ da‘âhu wa yaksyifus-sû'a wa yaj‘alukum khulafâ'al-ardl, a ilâhum ma‘allâh, qalîlam mâ tadzakkarûn.

Artinya:
Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.

x|close