Ntvnews.id, Jakarta - Kolaborasi project terbaru dari produser Denny Siregar bersama Rudy Soedjarwo dalam film yang mengangkat kisah emosional berjudul Tanah Runtuh.
Setelah sukses dengan film Sayap-sayap Patah di tahun 2022 lalu, kini 2 sineas keren tersebut mengunggah sebuah tayangan video singkat, tentang film Tanah Runtuh yang dibagikan melalui akun Instagram @dennysiregarproduction.
Project kali ini Denny Siregar dan Rudy Soedjarwo juga turut menggandeng Cak Islah sebagai publik figur yang aktif dalam mengamati situasi politik di Indonesia mencoba terobosan baru di dunia perfilman. Nantinya kolaborasi ini menjadi cerita unik antara gagasan, sudut pandang sosial, dan pendekatan sinematik yang kuat dalam mengangkat isu kemanusiaan dan kehangatan hubungan keluarga.
View this post on Instagram
Film Tanah Runtuh ini mengangkat kisah hubungan emosional 2 anak kecil yang hidup dalam keterbatasan dan situasi penuh kerentanan. Alih-alih menempatkan keterbatasan sebagai hambatan, film ini justru menyorot bagaimana kondisi tersebut melahirkan kekuatan untuk saling menjaga, menguatkan, dan bertahan bersama.
Dibangun dengan emosi yang intim, film ini memilih sudut pandang anak-anak sebagai pusat narasi, tanpa heroisme berlebihan. Cerita berkembang melalui relasi yang saling bergantung, menampilkan ketulusan dan daya tahan harapan di tengah keruntuhan—baik secara fisik maupun emosional.
Melalui film ini nantinya kolaborasi Cak Islah, Denny Siregar, dan Rudy Soedjarwo akan menyuguhkan sebuah karya yang tidak hanya bercerita tentang kehilangan, tetapi juga tentang optimisme yang terus dijaga. Di tengah kerusuhan dan hilangnya rasa aman, film ini mengingatkan bahwa harapan adalah satu-satunya hal yang tidak pernah benar-benar runtuh.
Sebuah kutipan yang dibagikan oleh @dennysiregarproduction pada Jumat, 16 Januari 2026, menceritakan gambaran awal mengenai nuansa film dimana: “Yang paling kita takutin bukan kepergian, tapi hari-hari setelahnya. Yang biasanya ada, pelan-pelan jadi rindu. Kita tetap berjalan, meski hati tertinggal. Karena ada cerita yang terlalu tulus untuk dilewati begitu saja".
Bagi Denny Siregar dan Rudy Soedjarwo, Tanah Runtuh ini menjadi kelanjutan emosional dari kerja sama mereka sebelumnya, namun dengan pendekatan yang lebih lirih dan dekat di hati. Film ini disebut berani menyentuh luka-luka kecil yang sering terlewatkan, namun justru paling membekas, dengan atmosfer yang lebih intim dan narasi yang membumi.
Denny Siregar, Cak Islah, Rudy Soedjarwo (Dokumentasi)