Ntvnews.id, Jakarta - Ruben Onsu akhirnya angkat bicara terkait konflik hak asuh anak serta gelombang perundungan (cyberbullying) yang menyerang diri, rekan sesama artis, hingga jajaran merek (brand) yang bekerja sama dengannya.
Melalui pernyataan resminya, Ruben menegaskan bahwa langkah hukum yang ia tempuh melalui pengadilan murni dilakukan demi memperjuangkan haknya sebagai orang tua kandung, bukan untuk memicu perselisihan.
Ruben mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan sejumlah oknum yang diduga mengerahkan pangkalan pemengaruh digital (buzzer) untuk mengintimidasi akun-akun media sosial milik kerabat dan mitra bisnisnya. Menurutnya, serangan-serangan tersebut sudah melenceng jauh dari inti persoalan utama.
"Pagi ini serang-serang sana sini, temen-temen saya dan Brand2 yg bekerjasama dgn saya atas tuduhan Keji dan sadis dari oknum yg mengerahkan buzzer2 untuk mengintimidasi account2 teman2 saya, juga Brand yg saya rasa tidak ada kaitan nya dlm permasalahan ini untuk membenci," ujar Ruben, 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Sarwendah Hapus Bukti Video Call Mesra Ruben Onsu dengan Pria Lain
Sebelum membawa persoalan ini ke ranah hukum, Ruben mengaku telah berupaya mengalah dan memilih untuk berdiam diri. Namun, maraknya narasi sepihak dan hinaan yang disampaikan secara terbuka termasuk melalui siaran langsung di media sosial membuatnya merasa perlu meluruskan keadaan demi mendapatkan keadilan yang seimbang.
Ia membeberkan bahwa tekanan publik dan ucapan menyakitkan yang diterima secara beruntun sempat berdampak serius pada kesehatan mental serta rasa percaya dirinya.
"Apa yang terjadi selama ini bukanlah hal yang mudah untuk saya lewati. Hinaan yang disampaikan melalui siaran langsung harus saya hadapi. Bahkan, ketika memberikan klarifikasi, saya tetap berusaha untuk tidak menyudutkan beliau dlm setiap penjelasan saya," ungkapnya.
Kendati demikian, Ruben menegaskan ia terus melakukan introspeksi diri dan tidak pernah mengklaim dirinya selalu benar. Langkah klarifikasi dan pembuktian secara bertahap terpaksa ia lakukan untuk meluruskan berbagai disinformasi serta tuduhan miring yang beredar.
Baca Juga: Ruben Onsu Laporkan Sarwendah ke Polisi atas 2 Kasus Sekaligus
Menanggapi tuduhan bahwa dirinya sengaja memicu kegaduhan, Ruben menegaskan bahwa pengajuan gugatan ke pengadilan adalah jalan konstitusional terbaik yang ia pilih. Ia menyoroti sulitnya membangun komunikasi dua arah yang konstruktif pascaperpisahan untuk bisa bertemu dengan buah hatinya.
"Mengajukan persoalan ini ke pengadilan bukan berarti saya ingin menantang siapa pun. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai orang tua kandung untuk dapat bertemu dengan anak saya tanpa syarat yang tidak semestinya," tegas Ruben.
Bagi Ruben, lembaga peradilan merupakan sarana penengah yang netral di tengah kebuntuan komunikasi. Ia berharap proses legal ini dapat menjamin kehadirannya dalam kehidupan sang anak, sosok yang telah ia kenal dan rawat sejak kecil.
Dalam pernyataannya, Ruben mempertanyakan sikap sebagian pihak dan kelompok pendukung (fans/fanbase) yang justru melancarkan kampanye kebencian saat proses hukum sedang bergulir. Ia menilai terdapat upaya-upaya yang disengaja untuk melemahkan posisinya dalam memperjuangkan hak asuh anak.
"Namun, jika proses hukum sudah berjalan dan ada berbagai upaya yang saya nilai dapat menghambat atau melemahkan proses tersebut, apakah saya masih harus terus diam?" tanyanya retoris.
Ia pun mengimbau publik untuk melihat persoalan ini secara bijak dari sudut pandang seorang orang tua, serta meminta agar pihak-pihak luar yang tidak bersangkutan terutama kerabat dan mitra kerjanya tidak terus-menerus dijadikan sasaran ketidakjelasan isu.
Presenter Ruben Onsu. Instagram @ruben_onsu. (Antara)