Ntvnews.id, Jakarta - Sindiran selebgram Karin Novilda alias Awkarin terhadap Aa Juju mendadak menjadi sorotan publik. Ketegangan ini bermula setelah Aa Juju mengirimkan pesan langsung (direct message) yang meminta Awkarin untuk ikut menyuarakan dan membagikan ulang (repost) informasi mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Alih-alih direspons positif, pesan tersebut justru memicu amarah besar dari pelantun lagu Bad tersebut. Awkarin menilai isi pesan tersebut mengandung nada menghakimi dan menyudutkan, sementara keduanya tidak memiliki hubungan personal sama sekali.
Berdasarkan tangkapan layar pesan yang beredar, Aa Juju awalnya mengirimkan pesan dengan alasan kepedulian terhadap situasi di Kalimantan. Dalam pesannya, ia meminta bantuan Awkarin yang memiliki pengikut (followers) dalam jumlah besar untuk ikut menyebarkan informasi darurat tersebut.
"Kak Karinnnn if u dont mind, punten boleh bantu at least repost keadaan Kalimantan gak kak, akupun gak banyak bantu sih kak, cuma bantuan kecil dan repost2 aja, tapi stress juga liat keadaan dan berita disana, sedih gila," tulis Aa Juju dalam pesannya, 12 Oktober 2026.
Isi DM Aa Juju ke Awkarin (Instagram)
Namun, pesan tersebut berlanjut dengan sentimen yang membandingkan keaktifan Awkarin di masa lalu dengan situasi saat ini. Aa Juju sempat menyinggung rekam jejak digital Awkarin yang dinilai vokal saat masa kampanye politik, tetapi kini terlihat pasif terhadap isu-isu sosial di dalam negeri.
"Tadi lewat ada video km, skrg cuma aku penasaran bgt ampe kepo barusan, km dulu loud bgtttt pas kampanye, skrg aku kepo ampe ke tab repost km, kayak ga ada satupun issue di indo yg kamu up, punten makasih sebelumnya," lanjutnya.
Baca Juga: Awkarin Cs Kembalikan Uang Saku dari Hanania Group ke Polda Metro Jaya
Mendapati pesan tersebut, Awkarin merespons dengan nada tinggi melalui media sosialnya. Ia secara tegas mengecam tindakan Aa Juju yang dinilainya lancang karena mengatur-ngatur penggunaan platform pribadi miliknya tanpa mengenal latar belakang atau kontribusi nyata yang telah ia lakukan di balik layar.
"Gue, maksud gue tuh satu, gue nggak kenal sama lu. Kedua, lu juga nggak kenal sama gua. Lu aja nggak follow gua, jadi lu nggak tahu keseharian gua gimana, apa yang gua post dan lain-lain segala macam," ujar Awkarin dengan nada emosional.
Ia juga mempertanyakan hak moral sang kreator konten untuk menghakiminya secara publik maupun pribadi. Awkarin menduga ada motif tersembunyi di balik pesan tersebut, yang dikhawatirkannya hanya dijadikan konten atau bahan pencitraan pihak tertentu.
"Lu buat apa, biar apa? Mau lu? Mau lu screenshot? Mau lu screenshot, terus lu post? Biar kayak, 'Tuh, lihat, nih, gua tuh udah ngingetin Karen untuk menggunakan platform-nya secara benar.' Apaan sih? Nggak kenal. Nggak usah ngomong kayak gitu sama gua," tambahnya.
Baca Juga: Terseret Kasus Penipuan Hanania Travel, Awkarin Kembalikan Uang Saku ke Polisi
Awkarin bahkan menduga sikap usil tersebut dilandasi oleh kekecewaan personal masa lalu, di mana permintaan pertemanan atau pengikut balik (follow back) di media sosial tidak direspons olehnya karena tidak ada irisan relasi atau ketertarikan konten.
Lebih lanjut, Awkarin juga menegaskan ketidaksukaannya terhadap pola interaksi media sosial yang dinilainya bermuka dua atau ala-ala berkedok dukungan. Ia meminta publik atau pihak lain untuk bersikap tegas terhadap dirinya—baik mendukung secara penuh atau membencinya secara terbuka tanpa perlu melayangkan teguran moral yang sok akrab.
"Gue nggak suka sama orang yang kayak ala-ala berkedok gini. Gua bilang, 'Kalau lu mau benci sama gue nih, orang-orang, benci aja sama gua... Lu benci langsung 100%. Nggak usah ala-ala kayak, 'Oh, gua support lu, tapi itu seharusnya lu tuh begini,' nggak nggak ada," tegasnya.
Awkarin, Aa Juju (Instagram)